Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

CBR Dirampas Debt Collector di Kawasan Alun-alun Kraksaan, Warga Krucil Trauma usai Ditodong Pisau

Agus Faiz Musleh • Kamis, 9 Oktober 2025 | 19:35 WIB

 

LAPOR POLISI Adi Putra 20, warga Desa Plaosan, Kecamatan Krucil saat mempelihatkan bukti laporannya kepolres Probolinggo atas kejadian premanisme oleh debt collector di alun-alun Kraksaan.
LAPOR POLISI Adi Putra 20, warga Desa Plaosan, Kecamatan Krucil saat mempelihatkan bukti laporannya kepolres Probolinggo atas kejadian premanisme oleh debt collector di alun-alun Kraksaan.

KRAKSAAN, Radar Bromo -Aksi penarikan motor secara paksa oleh debt collector kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo.

Kali ini menimpa Adi Putra 20. Warga Desa Plaosan, Kecamatan Krucil itu menjadi korban perampasan sepeda motor oleh orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas DC (debt collector) di kawasan Alun-alun, Kraksaan, Senin (7/10) sore sekitar pukul 17.00.

Adi yang diketahui bekerja di sebuah koperasi, masih tampak terguncang saat menceritakan kejadian yang menimpanya.

Motor kesayangannya, Honda CBR 150 warna merah, raib dibawa pelaku yang menodongnya dengan senjata tajam.

“Jadi gini, Mas, waktu itu saya mau ambil angsuran di alun-alun. Saya kerja di koperasi. Dari arah timur saya turun ke jalan depan alun-alun, terus dua orang menghadang saya,” ujar Adi dengan suara bergetar saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (8/10)

Menurut Adi, dua pelaku datang mengendarai motor Vario warna hitam. Salah satunya turun lebih dulu dan langsung menghadangnya.

Pelaku yang membawa senjata tajam mengenakan jaket hitam. Pelaku lainnya mengenakan jaket jeans dan jaket parasit, keseluruhan ber helm.

“Orangnya agak tinggi, Mas, banyak bekas jerawat di wajahnya. Dia langsung nanya, katanya motor saya mau dicek datanya. Saya kaget, saya disuruh ikut ke kantor katanya di Kelurahan Patokan, tapi saya gak mau. Kemudian datang satu lagi temannya pakai Vario juga menghadang saya,” ujarnya.

Adi mengaku sempat menolak ajakan pelaku. Namun tiba-tiba, pria yang membawa senjata tajam mengancamnya.

“Saya dipaksa, Mas. Dia nunjukin pisau dari belakang. diacungkan ke punggung belakang saya. Saya takut, Mas, karena tidak pernah  diancam seperti itu. Saya langsung mundur, kabur ke timur,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Motor miliknya kemudian dibawa kabur oleh pelaku.  Motor tersebut didorong dengan kaki oleh salah satu pelaku yang mengendarai motor di bantu temannya yang menyetir motor korban.

“Kontak motor saya diambil, Mas. Saya cuma bisa lihat dia dorong motor saya pergi. Saya langsung lari dan lapor ke teman, terus ke polisi,” ujarnya.

Adi menyebut pelaku berjumlah tiga orang, dan salah satunya diduga sering terlihat di kawasan Kraksaan dan sekitarnya. Ia berharap polisi segera menindak tegas para pelaku.

“Saya cuma minta polisi bisa menangkap pelaku ini, saya percaya polisi bisa. Sebab Ini kan sudah pembegalan, bukan urusan kredit lagi. Saya ditodong pisau, Mas. Saya masih shock sampai sekarang,” ucapnya lirih.

Kasus ini menambah panjang daftar aksi jabel (penarikan paksa) dan “DC jalanan” yang meresahkan warga Kraksaan dan sekitarnya. Warga berharap aparat bertindak cepat agar tidak ada lagi korban serupa.

“Masyarakat tidak boleh diginiin, Mas. Apalagi ditodong pisau di pinggir jalan,” tutup Adi.

Adi tak menampik jika motor tersebut tidak memiliki BPKB. Sebab saat ini masih ada di bank. Namun yang jelas, kejadian yang menimpanya ini disebutnya sangat meresahkan.

"Ini sudah premenisme bahkan lebih seperti begal. Kami masyarakat resah. Kami berharap polisi bertindak tegas," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kasat Reskrim AKP Putra Adi Fajar Winarsa menyebut kejadian ini menjadi atensi pihaknya.

"Diantensi. Kita tidak akan membiarkan aksi premanisme merajalela diwilayah Probolinggo," katanya. (Mu)

LAPOR POLISI: Terlihat Adi Putra 20, warga Desa Plaosan, Kecamatan Krucil saat mempelihatkan bukti laporannya kepolres Probolinggo atas kejadian premanisme oleh DC di alun-alun Kraksaan.

Editor : Muhammad Fahmi
#alun-alun kraksaan #pisau #honda #cbr #debt collector #Kraksaan #krucil