Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gus Haris Lantik Forum Kabupaten Probolinggo Sehat, Langsung Diminta Fokus Turunkan Stunting di 2026

Agus Faiz Musleh • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:40 WIB
TUGAS BERAT: Bupati Probolinggo melakukan pelantikan Forum Kabupaten Probolinggo Sehat di auditorium Madakaripura, Selasa (30/9) lalu.
TUGAS BERAT: Bupati Probolinggo melakukan pelantikan Forum Kabupaten Probolinggo Sehat di auditorium Madakaripura, Selasa (30/9) lalu.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) periode 2025–2027 resmi dilantik Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, di Auditorium Madakaripura, Selasa (30/9).

Tidak sekadar seremoni, forum ini langsung mengusung misi besar: menurunkan angka stunting yang masih jadi pekerjaan rumah.

Prosesi pelantikan diawali pengucapan sumpah janji, penyerahan SK Bupati tentang pengesahan pengurus, hingga penyematan PIN kepada Ketua FKPS dr. Syahrudi. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pejabat penting: Ketua Komisi 4 DPRD Ning Ayu Nofita Rahmawati, Sekda Ugas Irwanto, anggota TP2D Hamim Wajdi.

Selain itu ada sejumlah kepala OPD, Polres Probolinggo, pimpinan Bank Jatim Cabang Kraksaan, direktur rumah sakit, hingga organisasi profesi kesehatan.

Dalam sambutannya, Bupati Gus Haris menegaskan FKPS menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, kesehatan tidak bisa dipandang hanya sebatas pelayanan medis.

“Dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, kita tidak cukup hanya bicara sehat dhohir, tetapi juga sehat batin,” tegasnya.

Ia mengingatkan, pembangunan kesehatan adalah gerakan lintas sektor. “Bukan hanya tanggung jawab puskesmas atau rumah sakit, tapi gerakan bersama lintas desa, lintas keluarga, lintas bidang,” ujarnya.

Gus Haris kemudian menyoroti dua tantangan besar yang harus segera dijawab: penurunan angka stunting dan peningkatan mutu pendidikan bertaraf internasional.

“Kami target 2026, angka stunting kita harus turun. Data sedang kami perbaiki bersama BPS. Kecamatan Krejengan masih tertinggi angka stuntingnya, padahal dekat pasar. Ini tugas kita semua,” ungkapnya.

Ketua FKPS, dr. Syahrudi, menyatakan siap mengeksekusi amanah besar itu. Baginya, kesehatan adalah fondasi dari kesejahteraan masyarakat.

“Tanpa kesehatan, pembangunan di bidang apa pun tidak akan berjalan optimal. Karena itu pembangunan kesehatan harus dilakukan menyeluruh dan berkesinambungan,” jelasnya.

Syahrudi juga menyebut adanya sembilan tatanan sehat yang sudah menjadi acuan pembangunan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa: mulai dari kehidupan masyarakat sehat mandiri, lingkungan permukiman, satuan pendidikan, pasar, perkantoran, wisata, transportasi, perlindungan sosial hingga penanggulangan bencana.

“Kesembilan tatanan sehat ini saling terkait. Forum ini hadir agar semua pihak bisa berkolaborasi nyata dalam pembangunan kesehatan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, organisasi profesi, hingga masyarakat yang selama ini aktif mendukung program FKPS.

“Bakti sosial, penilaian Kabupaten/Kota Sehat, hingga edukasi publik adalah langkah awal. Meski belum sempurna, kerja sama ini sudah jadi modal kuat. Yang lebih penting dari sekadar nilai penilaian KKS adalah kualitas kesehatan masyarakat benar-benar meningkat,” pungkasnya. (mu/fun)

Editor : Fahreza Nuraga
#pemkab problinggo #stunting #gus haris