KRAKSAAN, Radar Bromo - Jalan rusak akibat pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang sering dikeluhkan, dipastikan berkurang. Saat ini, sembilan ruas jalan yang rusak di Kabupaten Probolinggo sudah diperbaiki.
Semuanya merupakan ruas jalan yang rusak karena terdampak pembangunan Jalan Tol Probowangi Paket 1.
Proses perbaikan dilakukan dengan standar kualitas provinsi dan sudah melewati tahap pengecekan bersama Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.
Project Manager Jalan Tol Probowangi Paket 1 Kusno Erianto menegaskan, perbaikan jalan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Seluruh perbaikan selesai dilakukan dengan menggunakan standar provinsi.
“Kami menggunakan material rapid mechanical amendment (RMA) yang merupakan bahan baku perbaikan jalan dengan kualitas terbaik di kelasnya,” ungkap Kusno.
Menurutnya, perbaikan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.
Terutama mereka yang menggunakan jalan penghubung di sekitar area proyek tol.
“Pembangunan tol tentu membawa dampak, tapi kami tidak ingin masyarakat dirugikan. Karena itu, setiap ruas jalan yang terdampak kami kembalikan dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya,” jelasnya.
Selama perbaikan jalan, proses pengerjaannya juga diawasi secara ketat dan transparan.
Sebelum diperbaiki, pihaknya bersama Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo mengecek ke lapangan.
“Tujuannya agar setiap langkah perbaikan bisa dipertanggungjawabkan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Perbaikan jalan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Probolinggo dengan Kerja Sama Operasi (KSO) Paket 1 Jalan Tol Probowangi. PKS tersebut ditandatangani pada 17 Juli 2023.
Secara umum, perjanjian tersebut berisi tentang pembangunan, perbaikan, dan rehabilitasi infrastruktur jalan, jembatan, serta sumber daya air yang rusak akibat dampak pembangunan Jalan Tol Probowangi Paket 1. Yaitu, ruas Gending–Kraksaan (Sta. -3+881–Sta. 09+000).
Kusno menambahkan, pembangunan jalan tol tidak hanya soal konektivitas antarwilayah. Namun, juga memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar.
“Kami ingin manfaat pembangunan jalan tol bisa dirasakan langsung oleh warga. Tidak hanya bisa lebih cepat lewat jalan tol. Namun, juga lewat jalan-jalan penghubung yang lebih layak dan nyaman,” pungkasnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra mengapresiasi pihak Paket 1 Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Sebab, telah merealisasikan kesepakatan yang dibuat dengan Pemkab Probolinggo.
"Kami berharap komitmen yang telah terbangun dapat diikuti oleh pihak KSO lainnya pada paket pengerjaan yang berbeda," ujarnya.
Menurutnya, perjanjian kerja sama juga dilakukan Pemkab Probolinggo dengan KSO Paket 2 dan 3 Jalan Tol Probowangi. Namun, perbaikan jalan rusak oleh KSO lain belum semuanya selesai.
Hengki menjelaskan, dalam perjanjian kerja sama juga tertuang secara detail ruas jalan mana saja yang harus diperbaiki.
Karena itu, sebelum proses perbaikan, pihaknya bersama KSO akan mengecek ruas jalan yang diperbaiki. Tujuannya, memastikan bahwa perbaikan dilakukan di ruas jalan yang tepat.
“Setelah perbaikan selesai, kemudian ada penyerahan untuk di-review hasilnya. Apakah perbaikan sudah sesuai atau tidak,” lanjutnya.
Pembangunan Jalan Tol Probowangi sendiri dibagi dalam tiga paket. Paket 1 sepanjang 12,88 km dari Gending ke Kraksaan. Paket 2 sepanjang 11,20 km dari Kraksaan ke Paiton dan Paket 3 yang paling panjang. Yaitu, 25,60 km mulai dari Paiton ke Besuki. (mu/hn)
Sembilan Ruas Jalan yang Diperbaiki
- Ruas Jalan Gending - Sebaung
- Ruas Jalan Sebaung - Klenang Lor (sampai dengan BUP)
- Ruas Jalan Klaseman - Maron
- Ruas Jalan Maron - Pekalen
- Ruas Jalan Pekalen - Pesawahan (sampai dengan batas Desa Brabe)
- Ruas Jalan Brani Wetan - Wonorejo (sampai dengan batas Desa Wonorejo - Puspan)
- Ruas Jalan Pajarakan - Condong
- Ruas Jalan Condong - Manggisan (sampai dengan Kampung Kita)
- Ruas Jalan Semampir - Wangkal