GENDING, Radar Bromo - Kebakaran lahan di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, memang tak menimbulkan korban jiwa.
Namun, api yang melalap rumput dan ilalang seluas sekitar setengah hektare itu, sempat menjadi perhatian pegendara yang melintas di Jalur Pantura.
Kepulan asap tebal membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraannya.
Sabtu (6/9) sore, kebakaran lahan ini diduga terjadi karena orang tak dikenal membakar sampah.
Ketika api mulai membesar, ditinggalkan. Lingkungan yang kering dan kencangnya tiupan angin, membuat api mudah merembet dan meluas.
Kepulan asap pekat yang membumbung tinggi diembus angin.
“Mengingat wilayah tersebut wilayah rawan kebakaran karena angin kencang, petugas langsung menuju lokasi,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian.
Asap mengepul, terembus ke arah Jalur Pantura Desa Curahsawo. Petugas Damkar membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk bisa memadamkan api. Sekitar setengah hektare lahan hangus terbakar.
“Kendala di lapangan jarak tempuh gelar selang lebih dari 200 meter. Meski demikian api masih bisa dipadamkan,” ujarnya.
Kebakaran lahan juga terjadi Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (6/9) sore. Lahan tebu terbakar dan merembet ke rumpun bambu yang tak jauh dari permukiman penduduk.
Penyebabnya sama. Diduga ada seseorang yang membakar sampah dan ditinggalkan begitu saja. Api merembet dan sempat membuat warga panik.
“Kami mendapatkan laporan dari anggota Polsek Leces, bahwa telah terjadi kebakaran lahan tebu dan barongan bambu. Insiden ini cukup berbahaya karena dekat dengan permukiman,” ujar Andrea.
Tim Damkar turun dengan membawa 1 unit mobil damkar. Sesampai di lokasi, petugas terkendala dengan akses menuju lokasi yang cukup sempit.
Lantas petugas memanjangkan selang air mobil damkar menuju titik terdekat kobaran api.
“Petugas membutuhkan waktu 45 menit untuk memadamkan api. Kebakaran yang terjadi membuat panik warga setempat karena ada 5 rumah yang jaraknya dekat dengan api,” jelasnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando