Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Padepokan Fashion Carnaval di Desa Gading Wetan Probolinggo: Wujud Cinta Tanah Air, Padepokan Dimas Kanjeng Tak Ketinggalan

Jamaludin Uno • Kamis, 4 September 2025 | 14:53 WIB

  

MENAWAN: Putri Syarifatul Wahidah dan suaminya Daeng Uci mengikuti Padepokan Fashion Carnaval (PFC) 2025.
MENAWAN: Putri Syarifatul Wahidah dan suaminya Daeng Uci mengikuti Padepokan Fashion Carnaval (PFC) 2025.

Kemeriahan dan kemegahan mewarnai Padepokan Fashion Carnaval (PFC), Minggu (31/8). Ribuan pasang mata terhipnotis oleh penampilan para kontingen yang melenggang anggun dengan busana penuh warna.

Tidak hanya dari Desa Wangkal dan Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, para peserta juga datang dari sejumlah desa lain dari kecamatan tetangga.

ADA 18 kontingen yang berkompetisi menampilkan kreativitas terbaiknya. Selain itu, sembilan kontingen dari Padepokan Dimas Kanjeng ikut meramaikan barisan depan, menambah variasi dan daya tarik penampilan.

Kontingen dari padepokan meliputi barisan Putri Ratu, Banyuwangi, Bali, Madura, Zona A, Zona D, Zona E, Pedalaman Papua, dan Kerajaan Rengganis.

Masing-masing kontingen beranggotakan antara 30 hingga sekitar 100 orang. Mereka tampil memukau dengan kostum yang terinspirasi dari kekayaan budaya Nusantara.

Beragam kostum yang diperlihatkan mulai dari pakaian adat tradisional, aksen kerajaan masa lampau, hingga kreasi modern dengan sentuhan etnik.

Semua disajikan dengan detail memikat, sehingga sukses mengundang decak kagum dari ribuan penonton yang hadir. Kreativitas itu sekaligus menjadi ajang unjuk kebanggaan terhadap budaya bangsa.

MEMBELUDAK: Ribuan warga menyaksikan malam penganugerahan dan closing event Genyar Kemerdekaan hingga aekitar pukul 24.00.
MEMBELUDAK: Ribuan warga menyaksikan malam penganugerahan dan closing event Genyar Kemerdekaan hingga aekitar pukul 24.00.

Karnaval PFC menempuh rute sepanjang 3,5 kilometer dengan start dan finish di lapangan padepokan. Sepanjang jalur, ribuan warga memadati sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan parade. Kehadiran para pedagang kecil juga menambah semarak suasana, sekaligus membawa berkah rezeki bagi mereka.

PFC dimulai pukul 13.00 siang dan berakhir sekitar pukul 21.30 malam. Sepanjang perjalanan, tepuk tangan dan sorakan penonton tak pernah berhenti terdengar.

Untuk kelancaran acara, panitia bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah desa, dan kecamatan setempat.

Enam pos kesehatan didirikan di sepanjang rute dengan melibatkan Puskesmas terdekat.

KARNAVAL: Lima peraih juara PFC berfoto bersama, PFC berhadiah total 50 juta.
KARNAVAL: Lima peraih juara PFC berfoto bersama, PFC berhadiah total 50 juta.

Kemeriahan semakin lengkap dengan adanya hadiah besar bagi para pemenang. Total hadiah mencapai Rp 60 juta, dengan juara pertama berhak membawa pulang Rp 20 juta.

Dewan juri yang ditempatkan di tiga titik sepanjang rute melakukan penilaian ketat terhadap kreativitas, kekompakan, dan keunikan kontingen.

Penanggung jawab PFC, Daeng Uci, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar pesta budaya, tetapi juga wujud cinta tanah air.

MENAWAN: Putri Syarifatul Wahidah dan suaminya Daeng Uci mengikuti Padepokan Fashion Carnaval (PFC) 2025.
MENAWAN: Putri Syarifatul Wahidah dan suaminya Daeng Uci mengikuti Padepokan Fashion Carnaval (PFC) 2025.
ANGGUN: PFC 2025 diikuti puluhan kontingen dari berbagai desa, mereka disaksikan ribuan penonton.
ANGGUN: PFC 2025 diikuti puluhan kontingen dari berbagai desa, mereka disaksikan ribuan penonton.

“PFC digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus membangkitkan kecintaan masyarakat kepada bangsa. Tema kita tetap Nusantara,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, adat istiadat, suku, dan etnis. Kekayaan budaya ini harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Melalui PFC, kita berupaya menjaga sekaligus memperkenalkan kembali tradisi luhur bangsa,” pungkasnya. (*)

Editor : Abdul Wahid
#cinta tanah air #dimas kanjeng #fashion carnival #padepokan #probolinggo #Gading