Kemeriahan dan kemegahan mewarnai Padepokan Fashion Carnaval (PFC), Minggu (31/8). Ribuan pasang mata terhipnotis oleh penampilan para kontingen yang melenggang anggun dengan busana penuh warna.
Tidak hanya dari Desa Wangkal dan Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, para peserta juga datang dari sejumlah desa lain dari kecamatan tetangga.
ADA 18 kontingen yang berkompetisi menampilkan kreativitas terbaiknya. Selain itu, sembilan kontingen dari Padepokan Dimas Kanjeng ikut meramaikan barisan depan, menambah variasi dan daya tarik penampilan.
Kontingen dari padepokan meliputi barisan Putri Ratu, Banyuwangi, Bali, Madura, Zona A, Zona D, Zona E, Pedalaman Papua, dan Kerajaan Rengganis.
Masing-masing kontingen beranggotakan antara 30 hingga sekitar 100 orang. Mereka tampil memukau dengan kostum yang terinspirasi dari kekayaan budaya Nusantara.
Beragam kostum yang diperlihatkan mulai dari pakaian adat tradisional, aksen kerajaan masa lampau, hingga kreasi modern dengan sentuhan etnik.
Semua disajikan dengan detail memikat, sehingga sukses mengundang decak kagum dari ribuan penonton yang hadir. Kreativitas itu sekaligus menjadi ajang unjuk kebanggaan terhadap budaya bangsa.
Karnaval PFC menempuh rute sepanjang 3,5 kilometer dengan start dan finish di lapangan padepokan. Sepanjang jalur, ribuan warga memadati sisi kanan dan kiri jalan untuk menyaksikan parade. Kehadiran para pedagang kecil juga menambah semarak suasana, sekaligus membawa berkah rezeki bagi mereka.
PFC dimulai pukul 13.00 siang dan berakhir sekitar pukul 21.30 malam. Sepanjang perjalanan, tepuk tangan dan sorakan penonton tak pernah berhenti terdengar.
Untuk kelancaran acara, panitia bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah desa, dan kecamatan setempat.
Enam pos kesehatan didirikan di sepanjang rute dengan melibatkan Puskesmas terdekat.
Kemeriahan semakin lengkap dengan adanya hadiah besar bagi para pemenang. Total hadiah mencapai Rp 60 juta, dengan juara pertama berhak membawa pulang Rp 20 juta.
Dewan juri yang ditempatkan di tiga titik sepanjang rute melakukan penilaian ketat terhadap kreativitas, kekompakan, dan keunikan kontingen.
Penanggung jawab PFC, Daeng Uci, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar pesta budaya, tetapi juga wujud cinta tanah air.
“PFC digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus membangkitkan kecintaan masyarakat kepada bangsa. Tema kita tetap Nusantara,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, adat istiadat, suku, dan etnis. Kekayaan budaya ini harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Melalui PFC, kita berupaya menjaga sekaligus memperkenalkan kembali tradisi luhur bangsa,” pungkasnya. (*)
Editor : Abdul Wahid