Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anak Ngaku Jadi Korban Kekerasan Kasek, Wali Murid SMPN 2 Kraksaan Probolinggo Wadul DPRD

Agus Faiz Musleh • Kamis, 4 September 2025 | 04:35 WIB
DATANG: Wali murid SMP Negeri 2 Kraksaan mendatangi DPRD Kabupaten Probolinggo, mengadukan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan kepala sekolah terhadap salah satu siswa, Rabu (3/9).
DATANG: Wali murid SMP Negeri 2 Kraksaan mendatangi DPRD Kabupaten Probolinggo, mengadukan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan kepala sekolah terhadap salah satu siswa, Rabu (3/9).

KRAKSAAN, Radar Bromo- Sejumlah wali murid SMPN 2 Kraksaan, mengadu ke DPRD Kabupaten Probolinggo. Rabu (3/9), mereka mengadukan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan kepala sekolah terhadap salah satu siswa.

Warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan Waris mengatakan, anaknya yang berinisial RDO, dipukul kepala sekolahnya ketika kegiatan sekolah, Kamis (21/8). Ketika itu, sang anak mengikut kegiatan OSIS.

“Semua dibariskan di depan panggung. Anak saya kebetulan di belakang, kena sinar matahari, otomatis silau. Tidak tahu kenapa kepala sekolah langsung turun, mengira anak saya ngece, langsung memukul bagian belakang kepalanya. Jilbabnya sampai terdorong ke depan,” ungkap Waris di depan anggota dewan.

Akibatnya, kata Wasis, anaknya mengalami keluhan kesehatan hingga harus diperiksa ke rumah sakit. Ia merasa pusing.

“Saya baru tahu seminggu kemudian setelah ibunya cerita. Dari situ saya mendatangi sekolah, tapi yang menemui hanya pengawas. Kepala sekolah baru datang sore harinya ke rumah dan hanya bilang maaf. Tapi, bagi saya itu tidak cukup, karena psikis anak saya sudah terganggu,” katanya.

Waris menyebutkan, bukan kali pertama anaknya mendapat perlakuan serupa. “Ini sudah dua kali. Pertama waktu baru masuk sekolah, dia cerita dipukul guru, tapi saya malah marahi anak saya. Sekarang kejadian lagi, makanya dia tidak berani cerita sejak awal,” ujarnya.

Mendapati itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo Muchlis, menyayangkan adanya tindakan kekerasan di dunia pendidikan.

Katanya, dunia pendidikan tidak boleh tercoreng dengan tindakan kekerasan seperti ini.

“Informasi yang kami terima bukan hanya satu anak, tapi ada 2 sampai 5 siswa yang pernah jadi korban sejak beberapa tahun lalu. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan,” katanya.

Pihaknya mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, segera bertindak tegas.

“Kami meminta kepala dinas turun langsung, memulihkan psikologis siswa. Bahkan, kalau perlu kepala sekolah dimutasi. Jangan sampai siswa merasa tidak nyaman. Ini harus jadi evaluasi,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, pihaknya sudah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.

“Kami beri peringatan keras. Kami minta maaf kepada orang tua korban dan kami sudah proses laporan untuk mutasi kepala sekolah. Suratnya sudah kami ajukan ke Bupati,” ujarnya.

Kuasa hukum wali murid, Pradipto Atmasunu mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini. Baik melalui jalur hukum maupun advokasi pendidikan.

“Kami akan followup dengan Dinas Pendidikan, agar segera bertindak tegas. Sekaligus memastikan korban tidak trauma dan tetap bisa bersekolah. Karena orang tua sudah melapor ke kepolisian, proses hukum juga tetap berjalan,” kata Pradipto.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Kraksaan Milyun Wijayanti, belum memberikan penjelasan resmi terkait kasus ini.

Ia hanya menyebutkan telah menunjuk kuasa hukum, Bambang Wahyudi Bahagia. Namun, yang bersangkutan belum merespons panggilan maupun pesan konfirmasi dari Jawa Pos Radar Bromo. (mu/rud)

Editor : Ronald Fernando
#SMPN #wali murid #dprd kabupaten probolinggo #Kraksaan