KRAKSAAN, Radar Bromo-Meningkatnya eskalasi unjuk rasa yang berujung pada aksi anarkis dan penjarahan di berbagai kota di Indonesia, menjadi atensi ormas di daerah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo pun mengimbau masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan menyalurkan aspirasi sesuai koridor hukum yang berlaku.
Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya driver ojol di Jakarta dan empat aparatur sipil negara (ASN) di Makassar.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi keprihatinan bersama seluruh bangsa Indonesia.
“Tentu ini menjadi keprihatinan kita semua, karena kita sesama anak bangsa tentu menginginkan Indonesia ini lebih baik ke depan,” ujar Yasin.
MUI Probolinggo pun mengimbau agar seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri ketika menyampaikan pendapat.
Kebebasan beraspirasi merupakan hak setiap warga negara. Namun, harus tetap berlandaskan niat baik dan dilaksanakan sesuai hukum serta konstitusi.
“Jadi tidak melakukan anarkisme, merusak, bahkan tetap mengacu kepada nilai-nilai ketimuran yang berlaku di bangsa kita,” jelasnya.
Yasin juga mengajak masyarakat Probolinggo untuk terus bersama-sama dengan pemerintah, alim ulama, kiai, dan habaib menjaga ketertiban dan keamanan daerah.
“Jangan merusak, karena itu aset kita bersama. Dan itu juga amanah yang diamanahkan kepada kita semua untuk tetap dijaga,” tegasnya.
Selain masyarakat, MUI juga mengingatkan para aparat dan elit politik agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.
Serta tidak mempertontonkan gaya hidup mewah di tengah kondisi sulit yang dialami rakyat.
“Semua harus bisa menempatkan diri dengan baik dan saling menjaga persatuan dan kesatuan serta keamanan bersama,” tutur Yasin.
Ia menegaskan, persoalan bangsa harus diselesaikan dengan kepala dingin melalui musyawarah. Aspirasi hendaknya disampaikan dengan cara-cara yang baik dan sesuai aturan yang ada.
“Kami berharap MUI tetap terjaga dan MUI juga bagian dari lembaga yang punya tanggung jawab untuk menjaga NKRI. Menjaga tegaknya Negara Republik Indonesia ini menjadi kewajiban kita semuanya,” terang Yasin. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi