KRAKSAAN, Radar Bromo–Tiga lumbung pangan masyarakat (LPM) di Kabupaten Probolinggo menjadi atensi Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melalui pelatihan pengelolaan stok dan pengemasan produk pangan. Langkah ini dilakukan agar setiap produk pangan desa memiliki standar mutu yang sama dan mampu bersaing di pasaran.
Kepala Bidang Infrastruktur Kemandirian Pangan DKP Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetyo, menyampaikan bahwa pelatihan bertujuan untuk menyatukan persepsi antar LPM dalam pengelolaan stok serta strategi pengemasan.
“Kami ingin mendorong agar setiap produk LPM punya standar yang sama, baik dari sisi penyimpanan, keamanan hingga kemasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DKP Kabupaten Probolinggo, Yahyadi, menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk pembinaan nyata dinas terhadap lembaga pangan di tingkat desa.
“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk membekali tiga lumbung pangan masyarakat di Desa Batur, Kecamatan Gading; Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan; dan Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran dengan pengetahuan tentang manajemen stok dan pengemasan produk pangan,” katanya.
Menurut Yahyadi, pengelolaan stok dan kemasan yang baik sangat menentukan kualitas dan nilai jual produk pangan. “Kalau stok tidak dikelola dan produk tidak dikemas dengan benar, maka hasilnya tidak akan maksimal, bahkan bisa merugi,” tambahnya.
Sebagai upaya memperkuat materi, DKP menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia (PPLI) Jakarta. Dengan begitu, peserta bisa memperoleh wawasan lebih mendalam terkait standar penyimpanan hingga strategi pengemasan.
“Kami berharap ketiga LPM binaan benar-benar menyerap materi yang disampaikan agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk pangan yang mereka hasilkan,” pungkas Yahyadi. (mu)
Editor : Abdul Wahid