Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dinas Kesehatan Temukan Belasan Kasus Positif Campak di Kabupaten Probolinggo

Achmad Arianto • Selasa, 26 Agustus 2025 | 17:25 WIB
BIAR KEBAL: Petugas kesehatan Desa Tambelang, Kecamatan Krucil sedang melakukan imunisasi pada balita. Penyebaran penyakit campak kian diwaspadai.
BIAR KEBAL: Petugas kesehatan Desa Tambelang, Kecamatan Krucil sedang melakukan imunisasi pada balita. Penyebaran penyakit campak kian diwaspadai.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Penyakit campak berpotensi menular di wilayah Kabupaten Probolinggo. Keberadaan penyakit ini cukup menjadi atensi.

Hingga Senin (25/8) Dinas Kesehatan mencatat ada 12 temuan penyakit campak yang menyerang anak-anak.

Campak atau bagi warga Kabupaten Probolinggo sering disebut tampek merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak.

Pasien yang terkena penyakit ini memiliki gejala seperti batuk, pilek, mata meradang, sakit tenggorokan, demam, dan ruam kulit berbercak kemerahan.

Anak-anak berpotensi besar terkena penyakit campak. Sebab kekebalan tubuh masih rendah sehingga lebih rentan.

“Penyakit campak tidak bisa disepelekan agar tidak terjadi kasus seperti yang ada di Kabupaten Sumenep yang sampai memakan korban,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika.

Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo hingga Senin (25/8) terdapat 29 laporan dugaan penyakit campak.

Namun saat dilakukan pengecekan laboratorium dinyatakan 12 pasien positif campak. Sementara sebanyak 17 pasien negatif. Temuan tersebut menyebar di Kecamatan Gending, Paiton, Tiris, Wonomerto, Kraksaan, Besuk, dan Gading.

Nina menjelaskan bahwa pasien yang dinyatakan positif langsung dilakukan perawatan dan observasi pada fasilitas kesehatan. Dari temuan yang ada rupanya pasien belum melakukan imunisasi campak secara lengkap.

Imunisasi ini dilakukan sebanyak 3 kali. Diantaranya imunisasi pertama dilakukan pada usia 9 bulan.

Kemudian imunisasi booster dilakukan pada usia 18 bulan. Serta booster campak kedua pada usia 5-7 tahun.

Pemenuhan imunisasi tersebut harus dilakukan untuk menciptakan kekebalan tubuh dan terinfeksi penyakit campak.

Karena itulah jika ada anak-anak yang masih belum melengkapi imunisasi campak harus segera mengejar ketertinggalan imunisasi sesuai usia pasien.

Nina menambahkan penyakit campak dapat membahayakan nyawa. Terlebih lagi jika penyakit campak dialami oleh pasien yang memiliki penyakit komplikasi lainnya. Maka potensi pasien meninggal dunia bisa saja terjadi.

“Di Kabupaten Probolinggo ada temuan penyakit campak tetapi tidak banyak. Pasien dinyatakan positif langsung dilakukan penindakan. Sehingga tidak ada kasus yang sampai memakan korban meninggal dunia,” terangnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#campak #kesehatan #imunisasi