PEMERINTAH Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, terus berkomitmen untuk membangun desa berdasarkan kebutuhan dan aspirasi warga. Prinsip dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat menjadi pedoman utama dalam setiap langkah pembangunan yang dijalankan.
Sejumlah program prioritas Pemerintah Desa Sumberkerang mulai direalisasikan. Salah satunya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 35 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Talang RT 1/RW 5. Jalan ini menjadi akses vital menuju lahan pertanian, sehingga diharapkan mampu mendukung kelancaran transportasi hasil panen masyarakat.
Selain jalan, pemerintah desa juga melaksanakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi tiga warga. Bantuan diberikan kepada Novita, warga Dusun Karnin Wetan RT 2/RW 2; Arti, warga Dusun Karnin Kulon RT 2/RW 3, serta Muhammad Rizal, warga Dusun Talang RT 3/RW 5. Dengan adanya program ini, warga yang sebelumnya menempati rumah kurang layak, kini dapat menikmati hunian yang lebih layak dan sehat.
Di sektor sosial, pemerintah desa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 24 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing menerima bantuan Rp 300 ribu setiap pencairan.
Tak hanya itu, fasilitas umum juga mendapat perhatian. Di antaranya, pemasangan kanopi di Puskesmas Pembantu dan musala desa. Serta, rehabilitasi Balai Desa Sumberkerang di Dusun Karnin Kulon RT 1/RW 3. Ukurannya 10 meter kali 9 meter.
Sekretaris Desa Sumberkerang Bunadi mengatakan, seluruh program ini murni hasil musyawarah dengan warga.
“Pembangunan berawal dari aspirasi masyarakat di tiap dusun, kemudian dimusyawarahkan di tingkat desa. Hasil kesepakatan itulah yang direalisasikan. Kami bersyukur warga saling mendukung. Terutama dalam mengusulkan bantuan RTLH bagi yang membutuhkan,” ujarnya. (dik/rud/*)
Makin Mandiri, Ditetapkan Jadi Desa Inklusi-Kampung Pancasila
DESA Sumberkerang menunjukkan kiprahnya dalam mewujudkan desa mandiri. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Makmur, desa ini mengelola lahan sewa dengan ditanami bawang merah seluas 3 hektare.
Hasil panen bawang merah tidak hanya menopang ketahanan pangan. Tetapi, juga mampu memompa Pendapatan Asli Desa (PADes). Selain itu, BUMDes juga mengembangkan unit usaha penyewaan jaring.
Di sektor kesehatan, perhatian besar diberikan kepada balita dan warga lanjut usia (lansia) melalui penganggaran Rp 309,7 juta untuk posyandu. Anggaran ini digunakan untuk kegiatan posyandu di tujuh dusun dengan jumlah balita mencapai 5.400 anak dan 2.340 lansia.
Program posyandu dilengkapi dengan program pemberian makanan tambahan (PMT) sehat dan bergizi. Program ini berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan puskesmas.
Pemerintah Desa Sumberkerang juga patut berbangga. Karena telah ditetapkan sebagai Desa Inklusi sekaligus Kampung Pancasila. Sebagai Desa Inklusi, pemerintah desa mengalokasikan dana untuk pembangunan toilet difabel, ruang laktasi, serta akses jalan ramah bagi tunanetra. Kepedulian terhadap kelompok difabel menjadikan Sumberkerang sebagai desa yang benar-benar ramah bagi semua warganya.
Bukan tanpa alasan desa ini dipilih sebagai Kampung Pancasila. Desa Sumberkerang, dinilai memiliki lahan pangan yang memadai dengan beragam komoditas unggulan. Seperti padi, bawang merah, jagung, tomat, cabai, dan berbagai tanaman hortikultura lain. Identitas sebagai desa mandiri semakin kuat setelah Desa Sumberkerang berhasil meraih juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Probolinggo.
Bendahara Desa Sumberkerang Busahe, S.Pd. mengatakan, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur. Pemerintah desa hadir untuk mengutamakan kepentingan masyarakat. “Harapan kami, mari bersama menjaga dan merawat hasil pembangunan. Karena selain infrastruktur, ada juga program pemberdayaan dan pembinaan. Semua ini untuk kebaikan bersama,” ujarnya. (dik/rud/*)
Editor : Ronald Fernando