Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkab Probolinggo Genjot Program Penurunan Stunting, Kerja Sama Lintas Instansi Tetap Diperlukan

Agus Faiz Musleh • Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:00 WIB
ILUSTRASI Stunting
ILUSTRASI Stunting

KRAKSAAN, Radar Bromo – Upaya serius Pemkab Probolinggo menekan angka stunting kembali mendapat sorotan.

Melalui beragam inovasi di bidang kesehatan masyarakat, daerah ini mengikuti proses verifikasi lanjutan tingkat pusat untuk penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2025, beberapa waktu lalu.

Sekretaris Daerah Ugas Irwanto membeberkan gambaran umum Kabupaten Probolinggo yang memiliki luas wilayah 169.616 hektare dengan jumlah penduduk lebih dari 1,19 juta jiwa.

Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan kesehatan.

“Melalui forum kabupaten sehat, kami terus menguatkan sinergi kelembagaan, baik dengan forum kecamatan maupun kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat,” jelas Ugas.

Salah satu program unggulan yang mendapat apresiasi adalah Si SUSI Ceting (Sesi Konsultasi Cegah Stunting).

Inovasi ini terbukti mampu menurunkan angka stunting dari 35,4 persen di tahun 2023 menjadi 26,3 persen pada 2024, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi dan pendampingan gizi yang konsisten bisa menekan prevalensi stunting,”katanya.

Selain stunting, pemkab juga menorehkan hasil positif di bidang kesehatan ibu melalui inovasi Jemari Berhias Plus, yang berhasil menurunkan angka kematian ibu dari 23 kasus pada 2023 menjadi 18 kasus pada 2024.

Untuk penanganan penyakit menular, program GOJEK TBC (Gerakan Ojek Jemput dan Kawal TBC) meningkatkan angka penemuan kasus TBC dari 92,1 persen menjadi 95,5 persen.

Di sisi lain, gerakan Gema Tjantik mendorong puskesmas rutin melakukan surveilans vektor untuk pencegahan demam berdarah. Bidang sanitasi lingkungan juga menjadi perhatian utama.

Pemkab bersama Baznas melaksanakan pembangunan jamban sehat di beberapa kecamatan seperti Pakuniran, Leces, hingga Dringu.

Sedangkan untuk pengelolaan sampah, lima TPS 3R aktif telah beroperasi di berbagai desa, diperkuat dengan program Mana Salsa (Mari Bina Desa Kelola Sampah) yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

Tidak hanya kesehatan, sektor pendidikan pun menunjukkan kontribusi dengan prestasi sekolah ramah lingkungan. SMPN 2 Kraksaan berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri 2024. Sementara SDN Patokan 1 dan SMKN 2 Kraksaan dianugerahi predikat Adiwiyata Nasional.

“Semua capaian ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat, OPD, dan forum yang solid. Kami optimistis Probolinggo bisa meraih predikat Kabupaten/Kota Sehat 2025,” tegas Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hariawan Dwi Tamtomo. (mu/fun)

Editor : Fahreza Nuraga
#pemkab problinggo #stunting