PEMERINTAH Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan perhatian serius terhadap sektor pertanian. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung yang langsung menyasar kebutuhan petani.
Banyak program pembangunan yang tahun ini telah terealisasi. Di antaranya, pembangunan irigasi sepanjang 64,6 meter di RT 13/RW 4 Dusun Krajan 2, sepanjang 90 meter di RT 11/RW 3 Dusun Krajan 1, dan sepanjang 22 meter di RT 15/RW 5 Dusun Banyubiru.
Selain itu, ada pembangunan jalan pertanian, pavingisasi jalan sepanjang 187,5 meter dengan lebar 2 meter di RT 12/RW 4 Dusun Krajan 2. Serta, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Banyubiru RT 15/RW 5.
Bendahara Desa Banyuanyar Lor Sodiq mengatakan, semua proses pembangunan dilakukan secara transparan dan partisipatif melalui musyawarah desa. “Setiap program direncanakan dengan melibatkan warga agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan, terarah, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dengan adanya pembangunan ini, warga desa mengaku sangat terbantu. Terutama para petani yang kini lebih mudah mengakses lahan dan mendapatkan aliran air yang memadai. Langkah pemerintah desa ini juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Desa Banyuanyar Lor berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat terus dijaga bersama, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. “Ke depan, pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat akan terus menjadi prioritas utama,” ujarnya. (dik/rud/*)
Perkuat Ketahanan Pangan, Dorong Pengembangan UMKM
PEMERINTAH Desa Banyuanyar Lor terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan warganya. Tak hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur, pemerintah desa juga memberikan perhatian di sektor sosial, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan UMKM.
Salah satu bentuk nyata perhatian itu terlihat dari dukungan terhadap pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Khususnya, produsen bawang merah goreng. Pemerintah Desa Banyuanyar Lor memberikan bantuan peralatan untuk mendukung pengembangan usaha. Agar produk bawang goreng lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar lebih luas.
Selain pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial juga diwujudkan melalui program bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini, tiga rumah warga di Dusun Pasar RT 4 RW 2, Dusun Banyubiru RT 15/RW 5, serta Dusun Krajan RT 10/RW 3, mendapat bantuan perbaikan. Agar lebih layak huni.
Di sektor ketahanan pangan, pemerintah desa turut mendorong peternakan domba serta pengembangan pertanian padi dan jagung. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tak hanya itu, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) juga tetap digelontorkan. Tahun ini, ada 15 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkannya. Hal ini menjadi bukti nyata hadirnya desa dalam menopang kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.
Bendahara Desa Banyuanyar Lor Sodiq mengatakan, seluruh program tersebut merupakan hasil perencanaan bersama demi tercapainya desa yang lebih berdaya. “Kami ingin pembangunan desa tidak hanya dirasakan dalam bentuk fisik, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (dik/rud/*)
Editor : Ronald Fernando