PEMERINTAH Desa Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, sukses menggelar Event Ekonomi Kreatif dalam Lomba Perahu Dayung di Pantai Klasik. Event dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-80 RI, ini diikuti 28 tim dari desa-desa sekitar.
Ribuan penonton memadati sepanjang anjungan Pantai Klasik, Desa Klaseman, Jumat (15/3). Mereka datang untuk menyaksikan Lomba Perahu Dayung yang digelar pemerintah desa setempat. Peserta, selain dari Desa Klaseman, juga ada puluhan tim dari Desa Jatiadi, Desa Karangpranti, dan Desa Gejugan.
Memasuki babak 8 besar memperebutkan hadiah seekor kambing, berhasil menciptakan semangat kompetisi tinggi. Meski hadiah terbilang sederhana, antusiasme peserta patut diacungi jempol. Pertandingan berlangsung seru sejak babak penyisihan hingga final. Semua tim memperlihatkan performa maksimal di atas perahu.
Camat Gending Winda Permata Erianti, S.STP., M.Si., mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Klaseman dan panitia penyelenggara. Menurutnya, lomba semacam ini tidak hanya menghibur warga, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata Pantai Klasik.
“Ini adalah potensi wisata baru yang wajib kita kenalkan melalui kegiatan seperti lomba dayung. Ke depan, semoga lokasi ini bisa lebih dikembangkan, bahkan digunakan sebagai tempat latihan atlet dayung. Event seperti ini harus diagendakan rutin karena sangat positif untuk mempromosikan Desa Klaseman,” ujarnya.
Pantai Klasik sendiri telah masuk Program Desa Wisata SAE (Dewi SAE) yang diluncurkan Bupati Probolinggo, beberapa waktu lalu. Ke depan, pemerintah berencana mengundang lebih banyak stakeholder, influencer, dan media untuk mempromosikan destinasi ini. Pengelolaan oleh pemuda-pemudi BUMDes juga diharapkan mendorong kemajuan desa dan pertumbuhan UMKM setempat.
Kepala Desa Klaseman Suprijono berharap event perdana ini bisa berkembang lebih besar di tahun-tahun mendatang. Pemerintah desa berkomitmen mendukung penuh pembangunan infrastruktur, termasuk pengerasan jalan dan jembatan menuju Pantai Klasik.
“Kami akan memprioritaskan pembetonan akses jalan agar pengunjung lebih nyaman dan aman. Selain lomba dayung, ke depan kami juga berencana menggelar festival ski air untuk menarik lebih banyak wisatawan,” ujar Suprijono.
Lomba dayung ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bukti nyata kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam membangun pariwisata lokal. Dengan semangat HUT RI ke-80, Desa Klaseman menunjukkan bahwa potensi wisata pantainya siap bersaing di kancah regional. (dik/rud/*)
Irigasi Lancar, Pelayanan Makin Baik
TAHUN INI, sejumlah proyek penting dikerjakan Pemerintah Desa Klasemen. Semua bertujuan demi meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rehabilitasi irigasi sepanjang 180,5 meter dengan lebar 1,3 meter di Dusun Sumur 1, RT 7/RW 4. Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran pasokan air untuk lahan pertanian warga, sekaligus meminimalkan risiko kekeringan saat musim kemarau.
Selain itu, Pemerintah Desa Klasemen juga melaksanakan rehabilitasi pembangunan kantor desa demi menciptakan pelayanan publik yang lebih nyaman dan representatif. Di bidang sosial, perhatian kepada warga yang kurang mampu diwujudkan melalui pembangunan 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap hak setiap warga untuk memiliki tempat tinggal yang layak.
Tak hanya itu, pagar makam umum di Dusun Sumur 1, RT 3/RW 3, juga dibangun. Panjangnya 120 meter dengan tinggi 1,5 meter. Fasilitas ini bertujuan menjaga kerapian, keamanan, dan kenyamanan lingkungan tempat pemakaman.
Kepala Desa Klaseman Suprijono berharap, semua hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga. “Dukungan dan partisipasi masyarakat diharapkan terus terjalin, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi desa,” ujarnya. (dik/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Membangun irigasi sepanjang 180,5 meter di Dusun Sumur 1, RT 7/RW
- Merehab kantor desa
- Membangun 3 unit RTLH
- Membangun pagar makam umum di Dusun Sumur 1 RT 3/RW
Editor : Fahreza Nuraga