Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Infrastruktur di Desa Jatiadi, Kecamatan Gending Makin Baik, Pelayanan Publik Lebih Maksimal

Didik Purwanto • Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:49 WIB
KOMPAK: Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah (tengah kerudung hitam) bersama perangkat desa berfoto bersama mahasiswa peserta KKN Universitas Wahidiyah Kediri.
KOMPAK: Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah (tengah kerudung hitam) bersama perangkat desa berfoto bersama mahasiswa peserta KKN Universitas Wahidiyah Kediri.

PEMERINTAH Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan warga. Tahun ini berbagai pembangunan fisik digarap. Mulai dari renovasi kantor desa, perbaikan jalan, hingga pembangunan saluran irigasi.

Salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Desa Jatiadi, tahun ini adalah renovasi kantor desa. Demi kenyamanan pelayanan, atap bangunan lama akan diganti dengan material yang lebih kokoh dan tahan lama. Selain itu, dibangun pula aula desa sebagai ruang serbaguna. Seperti, untuk rapat, pertemuan warga, dan kegiatan sosial.

Di sektor pertanian, pemerintah desa membangun irigasi di Dusun Rowojati Lor RT 16/RW 7 sepanjang 66,5 meter dengan lebar 1,5 meter dan tinggi 1,8 meter. Saluran ini dilengkapi sumur resapan di rumah-rumah warga yang dilalui jalur air. “Langkah ini sebagai antisipasi banjir saat musim hujan akibat luapan Sungai Klaseman,” ujar Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah.

Peningkatan akses jalan juga menjadi perhatian pemerintah desa. salah satunya ada pengaspalan jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Krajan–Dusun Adiboyo Wetan serta sepanjang 300 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Krajan RT/RW 2/1. Tak hanya itu, ada juga rabat beton jalan sepanjang 176 meter dengan lebar 2,6 meter di Dusun Rowojati Tengah RT 14/RW 6.

Dari sisi sosial, pemerintah desa menyiapkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk 21 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menyentuh tiga titik. Masing-masing di Dusun Krajan 1, RT 3/RW 1, Dusun Rowojati Lor RT 15/RW 7, dan Dusun Krandon Wetan RT 20/RW 9.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang ada. Agar manfaatnya bisa dinikmati bersama untuk jangka panjang,” ujarnya. (dik/rud/*)

 

DESA TAMATIK HIJAU: Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah menunjukan bibit mangga yang ditanam di Dusun Krandon Wetan RT 20/RW 9.
DESA TAMATIK HIJAU: Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah menunjukan bibit mangga yang ditanam di Dusun Krandon Wetan RT 20/RW 9.

Pompa PADes, Wujudkan Tematik Hijau

 

PEMERINTAH Desa Jatiadi terus berinovasi memadukan program lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Tahun ini, pemerintah desa mengusung konsep “Desa Tematik Hijau” dengan menanam 80 bibit mangga jenis arum manis dan manalagi di Dusun Krandon Wetan RT 20/RW 9.

Bibit mangga ditanam di sisi kanan dan kiri irigasi di tanah kas desa. Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah mengatakan, mangga dipilih karena merupakan ikon Kabupaten Probolinggo dan cocok dibudidayakan di wilayah tersebut. “Ke depan, hasil panen mangga diharapkan bisa menambah Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujarnya.

Tak hanya itu, desa juga mempercantik wajah lingkungan dengan menanam 50 pohon tabebuya di sepanjang jalan utama depan kantor desa. Tabebuya yang mekar akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengunjung.

LAYAK HUNI: Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah bersama perangkat desa di rumah Sanema warga di Dusun Krajan 1 RT 3/RW 1, yang telah mendapatkan bantuan Program RTLH.
LAYAK HUNI: Kepala Desa Jatiadi Tutik Suhartiyah bersama perangkat desa di rumah Sanema warga di Dusun Krajan 1 RT 3/RW 1, yang telah mendapatkan bantuan Program RTLH.

Di sektor ekonomi, Pemerintah Desa Jatiadi memberi perhatian serius terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Sekitar 20 kios UMKM yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Joger binaan pemerintah desa akan direlokasi ke lapangan desa. Demi faktor keamanan lalu lintas dan kenyamanan pembeli serta penjual.

“UMKM di Jatiadi tumbuh bagus. Salah satunya keripik pisang ‘Mama Aira’ yang sudah dikenal luas masyarakat,” kata Tutik.

Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendorong perekonomian warga. “Kami ingin UMKM berkembang pesat, sehingga kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” jelasnya. (dik/rud/*)

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025

Editor : Fahreza Nuraga
#renovasi #desa #pemerintah desa #kantor desa #pelayanan