KRAKSAAN, Radar Bromo– Operasi beras medium dilakukan di Kabupaten Probolinggo untuk mengatasi kelangkaan beras medium di pasar-pasar kabupaten.
Operasi beras itu sudah dilakukan hampir 10 hari di 24 titik kecamatan yaitu sejak Rabu (6/8).
Selama itu pula, Perum Bulog Cabang Probolinggo menyalurkan 248 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Ratusan ton beras itu disebar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan untuk merespons kelangkaan beras medium di pasaran. Juga untuk menstabilkan harga beras.
Wakil Pimpinan Bulog Cabang Probolinggo Muzakki Makmun menjelaskan, distribusi beras SPHP tidak hanya dilakukan oleh instansi pemerintah daerah. Aparat kepolisian juga terlibat.
“Gerakan Pangan Murah ada yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan DKUPP setempat. Ada juga yang disalurkan pihak kepolisian yang menggelar Gerakan Pangan Murah,” ujar Muzakki, Kamis (14/8).
Rencananya, jadwal GPM yang digelar pemerintah daerah akan berakhir Jumat (15/8). Sementara GPM yang digelar pihak kepolisian di tiga daerah akan berlangsung hingga Kamis, (21/8). Yaitu, di Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang.
Bulog Probolinggo saat ini memiliki stok beras SPHP sebanyak 150 ton. Semuanya telah dikemas dalam kemasan 5 kilogram dan siap disalurkan ke masyarakat. “Stok terus bertambah seiring proses yang kami lakukan,” jelas Muzakki.
Tak hanya itu, stok beras Bulog secara keseluruhan saat ini tercatat 90.000 ton.
Jumlah yang menurut Muzakki, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Probolinggo selama dua tahun ke depan. Yaitu di Kabupaten/Kota Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.
Dia berharap, GPM ini dapat menekan harga beras di pasaran yang meningkat seiring dengan kelanggan beras medium.
Sekaligus memastikan ketersediaan pangan di tengah gejolak harga dan kelangkaan beras medium.
“Dengan GPM, masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dan harga terjangkau. Ini bagian dari upaya Bulog menjaga stabilitas harga pangan,” pungkas Muzakki. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi