AKSELERASI pembangunan dan transparansi informasi di Desa Randupitu, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, berjalan tertata, terprogram, dan terarah. Berbagai program strategis terus digulirkan demi meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.
Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu fokus utama program pembangunan Pemerintah Desa Randupitu. Pada tahap pertama pencairan dana desa, pemerintah desa telah merehab satu unit RTLH di Dusun Rondokuning RT 5/RW 2. Pada tahap kedua, ada dua unit di Dusun Krajan. Masing-masing di RT 1/RW 2 dan RT 2/RW 1.
Selain itu, pemerintah desa juga menganggarkan pembangunan dan peningkatan kantor desa yang kini tengah digarap. Peningkatan fasilitas ini diharapkan memperkuat kualitas dan kenyamanan pelayanan publik.
Di sektor ketahanan pangan, Pemerintah Desa Randupitu bekerja sama dengan kelompok tani dan BUMDes untuk meningkatkan swasembada pangan. Yakni, dengan menyewa lahan pertanian seluas 4 hektare. Tahap pertama meliputi 2,1 hektare sawah di Dusun Krajan dan tahap kedua 1,9 hektare.
Kepala Desa Randupitu Samsul Huda mengatakan, seluruh program yang dijalankan bertujuan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Harapan kami, apa yang diprogramkan dan dilaksanakan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mendorong kemajuan desa," katanya.
Prestasi membanggakan juga diraih Desa Randupitu. Desa ini ditunjuk sebagai percontohan Desa Antikorupsi. Penunjukan ini merupakan bagian dari program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Samsul Huda mengatakan, Desa Randupitu mewakili Kecamatan Gending dalam program percontohan ini berkat tertib administrasi, keterbukaan informasi, dan transparansi pengelolaan anggaran.
“Alhamdulillah, Desa Randupitu dipercaya menjadi mockup Desa Antikorupsi oleh KPK dan Inspektorat Kabupaten Probolinggo. Ini menjadi motivasi untuk terus menjaga integritas pemerintahan desa, sesuai dengan tagline kami Randupitu Jaya,” ujarnya. (dik/rud/*)
Masuk Mockup Koperasi Merah Putih, UMKM Kian Berkembang
DESA Randupitu terus menunjukkan geliat kemajuan. Terbaru, desa ini ditetapkan sebagai mockup Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kepala Desa Randupitu Samsul Huda mengatakan, dalam program ini disiapkan beberapa gerai strategis. Di antaranya, gerai sembako, gerai obat, apotek desa, serta gerai pergudangan logistik. Saat ini, program tersebut berjalan dengan baik melalui kerja sama dengan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Mandiri Nurul Jadid.
“Alhamdulillah, kebutuhan gerai dapat terpenuhi berkat dukungan Kopontren Mandiri Nurul Jadid,” ujarnya.
Samsul menegaskan, prinsip transparansi dan keterbukaan informasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Desa Randupitu. Masyarakat diberikan akses luas terhadap informasi dan program yang dijalankan pemerintah desa.
Selain penguatan sektor koperasi, Desa Randupitu juga mendapat perhatian di bidang ekonomi kreatif. Desa ini baru-baru ini menerima kunjungan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris untuk melihat langsung potensi UMKM lokal.
Sejumlah UMKM unggulan tersebar di Desa Randupitu. Di antaranya, ada Batik Tulis Randu Tujuh Mulia di Dusun Krajan, Basmalah Farm di Dusun Banjar dengan produk susu kambing, dan UMKM Tiga Ratu di Dusun Rondokuning yang mengolah rumput laut menjadi jelly.
Seluruh produk UMKM tersebut telah mengantongi sertifikat halal dan PIRT, sehingga layak bersaing di pasar lokal maupun luar daerah. Dengan dukungan koperasi desa dan keberadaan UMKM yang terus berkembang, Desa Randupitu tak hanya menguatkan perekonomian warganya, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai desa yang progresif dan inovatif. (dik/rud/*)
Editor : Ronald Fernando