KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Probolinggo pernah berencana membangun kawasan industri di Kecamatan Gending.
Rencana itu tak berjalan mulus karena calon investor dari dalam negeri, batal menanamkan modalnya.
Tapi pemkab tak menyerah. Pemkab kini menyiapkan langkah strategis untuk menyelamatkan masa depan kawasan industri Gending karena saat ini sudah ada sejumlah calon investor yang meliriknya, termasuk dari luar negeri.
Ini diklaim Bupati Probolinggo Mohammad Haris. Dia menyebutkan, pemkab tetap memiliki rencana ke depan untuk kawasan industri di Gending ini.
“Agar kemudian ada jalan keluar yang bisa menggantikan posisi perusahaan yang kemarin sudah kami berikan keluasan untuk pada sejumlah hal. Sekarang sedang berproses, semoga nanti ini dipermudah dengan hadirnya sudah beberapa calon investor sudah hadir di sini, termasuk dari China, sudah hadir,” ujarnya.
Namun, Haris menegaskan bahwa proses ini tidak bisa dilakukan secara instan. “Memang tidak semudah itu karena kami harus menyiapkan segala sesuatunya terkait dengan lahan, izin. Ini betul-betul kami topang dengan regulasi yang Insyaallah dalam waktu dekat kami keluarkan, yaitu kemudahan atau ramai investasi. Itu yang paling penting,” katanya.
Menurutnya, investor sangat berharap pemerintah menyiapkan segala aspek pendukung, mulai dari perizinan, status lahan, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami menjamin kamtibmasnya, kemudian ini yang ke depan kami harus pahamkan kepada masyarakat bahwa kondusivitas itu paling penting,” tegas Haris.
Salah satu hambatan yang masih dihadapi adalah penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Tata Ruang Industri Besar (RTIB).
“Ini juga berkaitan dengan RTRW yang belum selesai. RTRW-nya berproses. Kami di lima kecamatan yang selama ini sudah ditetapkan menjadi perwilayahan industri itu sudah klir. Tetapi yang lainnya ini akan terus kami kebut,” jelasnya.
Meski demikian, Haris optimistis karena beberapa titik prioritas sudah rampung. Sehingga bisa menjadi magnet bagi investor baru.
Bupati juga menyampaikan kekecewaannya atas sikap perusahaan dalam negeri yang dahulu sempat menjadi calon investor. Namun perusahaan tersebut dianggap tidak menindaklanjuti komitmen awal.
“Ya kami sudah menunggu selama ini iktikad baik, tapi memang selama ini tidak ada komunikasi,” pungkas Haris.
Sebagaimana diketahui, akhir tahun lalu Pemkab Probolinggo sempat melakukan evaluasi terhadap investor yang sebelumnya akan melakukan pembangunan kawasan industri Gending.
Perusahaan itu adalah PT Maspion yang telah berganti nama menjadi PT Probolinggo Industrial Park (PIP).
Saat itu target awal pembangunan seluas 47 hektare yang ada di wilayah Gending. Untuk kemudian berlanjut terhadap kawasan lainnya seluas 466 hektare.
Dengan dicanangkan dengan adanya kawasan industri di Kecamatan Gending tersebut, Serapan tenaga kerja akan sangat tinggi. Ada sekitar 50-60 ribu tenaga kerja. (mu/fun)
Editor : Fahreza Nuraga