DRINGU, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus melakukan mitigasi risiko bencana.
Intensitas hujan kini mulai berkurang dan beralih ke musim kemarau. Zona kuning bencana sampai bulan Juli mengalami peningkatan.
Zonasi kebencanaan dilakukan BPBD berdasarkan jumlah insiden bencana yang pernah terjadi.
Hal ini merupakan upaya untuk menekan dampak potensi bencana yang dapat terjadi. Penentuan zonasi tersebut mengacu pada jumlah kejadian bencana.
Bencana yang pernah terjadi menjadi perhatian serius pasalnya seringnya wilayah terjadi bencana erat hubungannya dengan mitigasi dan upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana yang dapat ditimbulkan.
Dengan demikian diharapkan dampak bencana dapat ditekan dan tidak menimbulkan banyak kerugian. Terlebih lagi sampai menyebabkan jatuh korban jiwa.
“Rutin kami pantau. Zona kuning kebencanaan merupakan wilayah yang pernah mengalami 4 sampai 6 kali insiden bencana,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah.
Sampai dengan Juli terdapat 11 kecamatan yang masuk zona kuning. Wilayah tersebut diantaranya adalah Kecamatan Sumber, Wonomerto, Tegalsiwalan, Dringu, Banyuanyar, Tiris, Pajarakan, Krejengan, Kraksaan, Paiton, dan Pakuniran.
Zubaidullah menuturkan wilayah zona kuning ini berpotensi meningkat menjadi zona merah atau wilayah rawan bencana. Oleh karena itulah perlu dilakukan pemantauan secara rutin dan mitigasi.
Upaya tersebut perlu melibatkan pihak-pihak terkait seperti pemerintah desa, kecamatan, dan relawan bencana. Sebagai antisipasi atau meminimalisir risiko bencana yang ditimbulkan.
“Kejadian bencana yang terjadi saat ini mayoritas masih bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, angin kencang, cuaca ekstrim, dan banjir. Namun pada musim kemarau potensi bencananya sudah berbeda bisa krisis air bersih dan karhutla,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid