Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Beras Medium Langka di Kabupaten Probolinggo, Pemkab Siapkan Gerakan Pasar Murah

Agus Faiz Musleh • Kamis, 7 Agustus 2025 | 17:14 WIB

 

CARI SOLUSI: RDP antara Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah pihak membahas kelangkaan beras medium di pasaran.
CARI SOLUSI: RDP antara Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah pihak membahas kelangkaan beras medium di pasaran.

KRAKSAAN, Radar Bromo-Kelangkaan beras medium di pasar dan toko-toko di Kabupaten Probolinggo membuat Komisi II DPRD setempat merekomendasikan operasi pasar.

Komisi II meminta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo menggelar operasi beras dengan nama gerakan pangan murah (GPM).

“Operasi dilakukan di tiap kecamatan sambil menyosialisasikan mekanisme penebusannya ke toko-toko di desa,” terang Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo Yahyadi menegaskan, pihaknya bersama Bulog dan DKUPP akan segera menyalurkan beras medium melalui GPM. GPM akan dilakukan di 24 titik kecamatan dengan target, empat titik sehari.

Rencananya, GPM akan dimulai hari ini di empat kecamatan. Yaitu di Kecamatan Pakuniran, Kotaanyar, Sumber dan Kuripan.

“Ini hasil sinergi kami setelah hearing. Strategi kami sudah siap dan langsung dijalankan agar beras medium segera beredar di masyarakat,” ujar Yahyadi.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Taufiq Alami menambahkan, pihaknya akan memastikan beras SPHP tersedia di 32 pasar yang ada di Kabupaten Probolinggo.  Penyaluran akan diawasi agar sesuai dengan ketentuan harga dan kuota.

“Kami fokus pada pasar. Mulai Sabtu (9/8) ini, beras SPHP akan tersedia di 32 pasar. Maksimal pembelian 10 kilogram dengan menunjukkan KTP. Kami juga akan pasang banner agar masyarakat tahu tempat penjualannya,” terang Taufiq.

Taufiq menjelaskan, sejumlah toko memang tidak menebus beras SPHP, karena adanya kriteria dari Bulog dan temuan pelanggaran. Sehingga, kemudian terjadi kelangkaan beras medium.

“Bukan tidak mau menebus, tapi ada pengecekan dan verifikasi dari Bulog. Kalau ditemukan kecurangan, toko bisa dicoret,” jelasnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pemkab probolinggo #pasar murah #beras medium #bulog