Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Infrastruktur Dibangun, Akses Transportasi di Desa Betek, Kecamatan Krucil Lebih Baik

Achmad Arianto • Kamis, 7 Agustus 2025 | 11:00 WIB
DIUKUR: Petugas melakukan monev jalan RT 1/RW 1, Dusun Curah Krajan, Desa Betek, yang sudah selesai dibangun.
DIUKUR: Petugas melakukan monev jalan RT 1/RW 1, Dusun Curah Krajan, Desa Betek, yang sudah selesai dibangun.

PEMERINTAH Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, terus berbenah. Terus berusaha membangun desa berdasarkan kebutuhan warganya. Tujuannya, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari menjadi perhatian Pemerintah Desa Betek. Tak heran jika pembangunan desa banyak menyasar infrastruktur. Maklum, sejauh ini masih banyak infrastruktur yang kondisinya belum layak. Termasuk yang keberadaannya sangat dibutuhkan warga.

KOKOH: Petugas melakukan monev hasil pembangunan jembatan di RT 10/RW 9, Dusun Dungbangu, Desa Betek.
KOKOH: Petugas melakukan monev hasil pembangunan jembatan di RT 10/RW 9, Dusun Dungbangu, Desa Betek.

Dengan anggaran yang terbatas, pemerintah desa berusaha melakukan pembangunan secara bertahap. Prioritasnya infrastruktur yang kondisinya rusak atau belum tersentuh pembangunan. Sementara, lainnya menunggu pembangunan tahap berikutnya.

“Tahun ini kami membangun dua infrastruktur. Yakni, pengaspalan jalan dan jembatan,” ujar Pj Kepala Desa Betek Sunarto melalui Bendahara Desa Betek Adi Purnomo.

Jalan yang diaspal itu, lokasinya di RT 1/RW 1, Dusun Curah Krajan. Jalan sepanjang 500 meter ini merupakan akses menuju permukiman dan lahan pertanian. Awalnya, kondisinya tidak nyaman dan sering dikeluhkan masyarakat.

“Pengaspalan dilakukan agar aktivitas warga semakin lancar. Dulu jalannya rusak, sehingga perlu dibangun,” ujarnya.

Jembatan yang akan dibangun berlokasi di RT 10/RW 9, Dusun Dungbangu. Awalnya, jembatan ini hanya semipermanen. Berbahan kayu dan bambu. Kini, telah dibeton dengan panjang 8 meter dan lebar 1,5 meter. Tingginya dari batas sungai sekitar 3,5 meter.

“Kini, kondisinya sudah jauh lebih kokoh. Warga yang melintas sudah tidak perlu khawatir lagi. Bahkan, motor yang mengangkut barang sudah bisa melintas dengan nyaman dan lancar,” tuturnya.

Photo
Photo

Berharap PADes dari Pertanian-Budi Daya Ikan

Warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) tak luput dari perhatian Pemerintah Desa Betek. Bahkan, tahun ini ada dua RTLH yang sudah rampung dibangun. Program ini bertujuan membantu warga prasejahtera memiliki rumah layak huni.

Rumah yang layak dan nyaman ditinggali menjadi dambaan setiap warga. Sayang, keinginan ini tidak selalu dapat terwujud karena terbentur masalah ekonomi. Jangankan membangun rumah, untuk memperbaiki saja, begitu kesusahan.

“Pembangunan hunian lebih layak dilakukan agar hunian lebih nyaman untuk ditempati,” ujar Bendahara Desa Betek Adi Purnomo.

Rumah yang menjadi sasaran pembangunan dipastikan telah memenuhi syarat. Seperti, kondisinya rumah semipermanen, rusak, dihuni janda, lanjut usia, dan masuk prasejahtera. Dari segi ekonomi hanya mampu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Tidak ada kemampuan untuk memperbaiki atau membangun ulang rumahnya.

KOMPAK: Pj Kepala Desa Betek Sunarto (pakai peci) saat Musdessus pembentukan Koperasi Merah Putih.
KOMPAK: Pj Kepala Desa Betek Sunarto (pakai peci) saat Musdessus pembentukan Koperasi Merah Putih.

“Pembangunan dua unit RTLH sudah selesai. Lokasinya di Dusun Meloan dan Dusun Leduk,” jelasnya.

Program Ketahanan Pangan, juga menjadi atensi Pemerintah Desa Betek. Agar maksimal, pemerintah desa menjadikan potensi wilayah sebagai bahan pertimbangan dalam mewujudkannya.

Pemerintah desa memutuskan akan merintis dua unit ketahanan pangan secara bersamaan. Yakni, ketahanan pangan sektor pertanian yang menyasar pembibitan komoditas pertanian. Serta, sektor perikanan atau budi daya ikan.

Dua unit program ketahanan pangan ini diharapkan mampu maksimal dan memompa Pendapatan Asli Desa (PADes). “Ketahanan pangan belum kami realisasikan. Rencananya akan dirintis mulai pencairan anggaran tahap berikutnya,” jelas Adi. (ar/rud/*)

Editor : Ronald Fernando
#kecamatan krucil #transparansi desa #desa betek