Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masih Ada Laporan Pasien DBD, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo

Achmad Arianto • Rabu, 6 Agustus 2025 | 20:00 WIB

 

 

TEKAN DBD: Petugas melakukan fogging di Kecamatan Pajarakan untuk menekan temuan penyakit DBD.
TEKAN DBD: Petugas melakukan fogging di Kecamatan Pajarakan untuk menekan temuan penyakit DBD.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini terus diwaspadai.

Untuk menekan kasus, Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan puskesmas melakukan pemantauan dan pengecekan wilayah potensi temuan.

Penyakit DBD sampai saat ini masih jadi atensi karena risiko temuan dan penyebaran DBD masih bisa terjadi.

Ini disebabkan karena tidak menentunya suhu dan curah hujan, jadi pemicu perkembangbiakan nyamuk.

Terlebih lingkungan yang memiliki genangan air yang tidak terpantau. Genangan menjadi media perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

“Penyakit DBD masih berpotensi terjadi. Genangan air yang tidak terpantau juga perlu diwaspadai karena menjadi media perkembangbiakan nyamuk,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika.

Pihaknya berkolaborasi dengan puskesmas melakukan pemantauan sekaligus pengecekan pada wilayah yang berpotensi terjadi temuan penyakit DBD.

Sejauh ini tercatat 10 wilayah dengan temuan kasus DBD tertinggi. Diantaranya wilayah Puskesmas Kraksaan, Paiton, dan Krejengan. Kemudian Puskesmas Maron, Lumbang, Dringu, dan Wangkal. Serta Puskesmas Tegalsiwalan, Pajarakan, dan Gending.

Tingginya temuan penyakit DBD tersebut cukup menjadi atensi. Masyarakat juga memiliki peranan penting untuk menekan kasus agar tidak melonjak. Salah satunya adalah dengan menerapkan perilaku menjaga kebersihan lingkungan.

Membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat bersarangnya nyamuk aedes aegypti.

Serta segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala penyakit DBD. Sehingga bisa segera ditanggulangi.

Penanggulangan penyakit bisa lebih maksimal jika ada kolaborasi lintas sektor. Serta peran serta masyarakat adalah kunci pengendalian wabah.

“Masyarakat memiliki peran besar untuk menekan potensi penyakit DBD. Tindakan kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan genangan air juga menjadi salah satu upaya menekan DBD,” katanya.

Upaya fogging dapat dilakukan pada wilayah temuan DBD yang menonjol. Tetapi fogging hanyalah salah satu metode pengendalian.

Upaya menekan kasus yang lebih penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Jika sarang nyamuk tidak diberantas, potensi penularan penyakit akan tetap tinggi.

“Pengawasan dan pengecekan rutin pada wilayah yang berpotensi kami lakukan. Harapannya kasus DBD bisa ditekan seminim mungkin,” pungkasnya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#dbd #fogging #kesehatan