PROBOLINGGO, Radar Bromo- Penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menghantui peternak di Kabupaten Probolinggo.
Dari awal tahun hingga sekarang, diketahui ada sebanyak 76 kasus PMK yang dilaporkan ke Disperta Kabupaten Probolinggo, dua diantaranya mati. Sedangkan yang lain sembuh.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DInas Peternakan, Nikolas Nuryulianto, saat ini PMK di Kabupaten Probolinggo kemungkinan besar masih banyak kasusnya. Namun banyak pula kasus yang tidak dilaporkan oleh masyarakat.
Menurutnya, masyarakat saat ini sudah mengerti pola-pola penyakit hewan ternak dan penanganannya sehingga enggan melaporkan pada dinas.
“Masyarakat kan sudah paham ya. Semisal hewannya sudah pernak sakit ini, nanti setelah mengalami hal serupa dia sudah tahu penangannya. Makanya kebanyakan jarang melapor pada kami,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya vaksinasi bagi hewan ternak sebagai upaya pencegahan penyakit PMK. Menurut Niko, masih ada masyarakat yang enggan memvaksin ternaknya.
Meski begitu, ribuan dosis vaksinasi hewan ternak masih terus dilakukan. Saat ini, vaksin yang sudah disalurkan setara dengan 5.724 dosis vaksin untuk sapi.
Vaksinasi disalurkan ke masyarakat biasanya lewat Puskeswan. “Vaksinasi terus kami lakukan, selama hewan masih hidup maka harus terus divaksin sebagai upaya pencegahan penyakit PMK,” ungkapnya.
Selain ternak milik warga, vaksinasi juga dilakukan pada ternak yang dimiliki oleh perusahaan.
Salah satu perusahaan di Probolinggo beberapa hewan ternaknya juga sudah divaksin. “Ada beberapa perusahaan yang juga punya ternak lalu kami vaksin. Hewannya beragam ada unta dan alpaca juga,” ungkapnya. (ran/fun)
Editor : Abdul Wahid