Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jenazah Lelaki Mengambang di Sungai Pekalen Maron-Probolinggo, Begini Kondisinya

Inayah Maharani • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:45 WIB
DIEVAKUASI: Anggota Polsek Maron bersama warga mengevakuasi jenazah korban dari Sungai Pekalen, Senin (21/7).
DIEVAKUASI: Anggota Polsek Maron bersama warga mengevakuasi jenazah korban dari Sungai Pekalen, Senin (21/7).

MARON, Radar Bromo- Sesosok mayat lelaki ditemukan mengambang di Sungai Pekalen, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Senin (21/7), jenazah korban ditemukan dalam keadaan telungkup. Diduga terbawa arus air sungai sebelum akhirnya ditemukan warga Desa Maron Kidul.

“Saat itu warga mengabari saya, barulah saya ke lokasi. Di sana sudah banyak orang,” ujar Kepala Desa Maron Kidul Ridwanto.

Ia pun melaporkan ke Polsek Maron. Anggota Polsek Maron segera merapat ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. Jenazahnya dibawa ke Puskesmas Maron untuk diidentifikasi.

Dari hasil identifikasi kepolisian, diketahui jika korban merupakan warga Desa Racek, Kecamatan Tiris, Ahmad Sentot. Usianya 94 tahun.

“Kami kemudian menghubungi keluarganya,” ujar Kapolsek Maron Iptu Arif Nurdasono.

Arif mengatakan, berdasarkan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ada luka-luka yang mengindikasikan korban meninggal disebabkan adanya penganiayaan. Tubuhnya membengkak dikarenakan lama di dalam air.

Sedangkan, sejumlah luka di wajah korban, menurut kepolisian, korban diduga terbentur batu atau benda-benda di sungai. Sebab, korban terbawa arus dalam kondisi telungkup.

“Tidak ada tanda kekerasan, hanya membengkak,” jelasnya.

Dari hasil keterangan pihak keluarga, kata Arif, korban selama ini sering disorientasi. Di usianya yang sudah lanjut, korban sering keluar dan hilang dari rumah.

“Korban ini tidak ada keluarga dan menolak tinggal bersama keponakan-keponakannya. Katanya, memang sering hilang dari rumahnya, tapi biasanya kembali,” ujarnya. (ran/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#mayat #lelaki #Maron #probolinggo