Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Aliansi Aktivis dan Ormas di Probolinggo Minta Evaluasi Kinerja Anggota Satgas Miras, Begini Masukannya

Agus Faiz Musleh • Jumat, 18 Juli 2025 | 17:30 WIB

 

TATAP MUKA: Sejumlah pihak saat melakukan audiensi bersama satgas miras di kantor bupati Probolinggo Kamis (17/7).
TATAP MUKA: Sejumlah pihak saat melakukan audiensi bersama satgas miras di kantor bupati Probolinggo Kamis (17/7).

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah perwakilan dari aktivis dan ormas Probolinggo Raya mendatangi Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (17/7).

Mereka datang untuk audiensi bersama Satgas Miras Kabupaten Probolinggo. Pertemuan itu diwarnai kritik tajam terhadap kinerja anggota Satgas Miras.

Dalam pertemuan, koordinator aliansi, Sholehuddin, menyampaikan berbagai keluhan mengenai peran dan sikap salah satu anggota satgas miras yang dinilai tidak mencerminkan semangat pemberantasan minuman keras (miras) di daerah.

“Jangan sampai ada yang terlibat atau bahkan menikmati miras, justru tampil di depan saat penggerebekan. Kalau memang penikmat, jangan di depan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran oknum tersebut dalam tim justru menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kalau urusan pribadi, jangan dibawa atas nama Satgas. Itu mencoreng nama tim dan memperburuk kepercayaan publik,” ujarnya dengan nada keras.

Menyikapi desakan itu, Ketua Satgas Miras Sugeng Wiyanto mengatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut dengan evaluasi internal.

“Kami terbuka terhadap masukan dari masyarakat maupun lembaga. Jika ada perubahan struktur, tentu kami akan kembalikan pada lembaga pengusul. Dalam hal ini, rekomendasi datang dari Sae Law Care,” jelas Sugeng.

Sementara itu, Pembina Sae Law Care (SLC), Deni Ilhami, menyatakan bahwa lembaganya belum sepenuhnya mengetahui latar belakang anggota SLC yang saat ini tengah menjadi sorotan.

Ia menyebutkan, proses pengusulan sebelumnya hanya berdasar pada status sosial tanpa menggali rekam jejak secara menyeluruh.

“Track record-nya memang belum kami telusuri secara mendalam. Tapi dengan masukan yang kami terima hari ini, tentu kami akan melakukan evaluasi dan menyampaikan hal ini ke pimpinan, karena satgas miras adalah bagian dari program strategis bupati,” ujar Deni.

Di akhir audiensi, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, berjanji akan meneruskan hasil pembahasan ke tingkat pimpinan.

“Semua masukan akan kami sampaikan ke Bupati Probolinggo. Jika diperlukan, tentu akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas langkah konkret,” tutupnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#satpol pp #miras #satgas miras #probolinggo