KRAKSAAN, Radar Bromo-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan silaturrahmi ke Mapolres Probolinggo, Kamis (17/7) pagi.
Selain bertemu dengan jajaran kepolisian, MUI juga meminta izin untuk menemui tersangka pencurian kotak amal yang di masjid dan musala yang saat ini sedang dalam tahanan.
Sekretaris MUI Yasin, menjelaskan bahwa pertemuan dilakukan dalam dua tujuan utama; membangun komunikasi kelembagaan dengan kepolisian, dan memberikan nasihat moral kepada tersangka.
“Kami mohon izin kepada Kapolres, Satreskrim, dan jajaran terkait, untuk bisa bertemu langsung dengan pelaku yang kini ditahan karena melakukan pencurian kotak amal di sejumlah masjid dan musala,” ujar Yasin.
Ia menyebut, pertemuan dengan tersangka turut dihadiri oleh dirinya dan wakil ketua MUI Kiai Haji Wasik Hannan.
Dalam dialog singkat tersebut, MUI berupaya memahami latar belakang pelaku serta memberikan pengarahan agar perbuatan serupa tidak terulang.
“Kami ingin tahu apa motif di balik aksi pencurian ini. Apakah karena keterpaksaan ekonomi atau ada alasan lain. Pelaku masih muda, usianya 29 tahun, dan kami sampaikan bahwa ini harus disesali dan tidak boleh diulangi,” jelasnya.
Menurut Yasin, pelaku mengaku menyesal dan bahkan sempat menangis saat didampingi oleh pihak MUI.
“Kami tekankan, menyesal dan bertobat itu penting. Kami dorong dia untuk jujur, ikuti proses hukum, dan memperbaiki diri ke depan. Karena apa yang dilakukan ini jelas mencoreng nama baik dirinya dan keluarganya,” ujarnya.
Yasin menyoroti bahwa kasus pencurian kotak amal ini sempat viral dan memicu reaksi luas di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa jika pelaku tertangkap oleh warga, bisa saja situasinya lebih buruk.
“Bayangkan kalau tertangkap massa. Bisa saja terjadi kekerasan. Untungnya pelaku diamankan polisi, sehingga prosesnya bisa berjalan sesuai hukum,” tegasnya.
MUI juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mengambil jalan pintas ketika menghadapi kesulitan ekonomi. “Sekarang banyak program bantuan dari pemerintah. Kalau hanya untuk kebutuhan dasar, sebenarnya cukup. Tapi kadang karena gaya hidup dan kurangnya rasa syukur, orang tergelincir,” ujar Yasin.
Selain pesan moral, MUI juga menyerukan langkah preventif kepada para pengurus masjid dan musala. Ia mengingatkan pentingnya meningkatkan keamanan lingkungan ibadah.
“Kami imbau agar takmir memasang CCTV dan tidak membiarkan kotak amal terisi terlalu banyak. Dana dari umat harus segera diamankan ke rekening atau tabungan agar tidak memancing niat buruk,” katanya.
Yasin berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tetap menjaga kondusivitas wilayah dan menjadikan tempat ibadah sebagai ruang yang aman dan sakral.
“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih bersabar, berikhtiar, dan tidak mudah melanggar aturan agama maupun hukum. Semoga Probolinggo tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid