KRAKSAAN, Radar Bromo- Pembangunan Gerbang Barat Kota Kraksaan di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terus dikebut. Proyek yang digadang-garang menjadi ikon baru Kota Kraksaan ini ditarget rampung bulan depan.
Proyek ini dirancang tidak hanya mempercantik kawasan. Tetapi juga memperkuat identitas lokal dengan nuansa khas Majapahit yang berpadu dengan simbol potensi daerah: udang.
“Modelnya nanti ada tema khusus. Ada unsur Jabung Candi. Ada pilar-pilar, seperti khas Majapahit. Di atasnya ada ornamen udang yang akan dilengkapi lampu. Ketika malam akan menyala dan tampil cantik. Saya melihat ini nanti akan jadi bagus sekali,” ujar Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto.
Gapura ini direncanakan menjadi ikon baru Kecamatan Kota Kraksaan dan titik awal penataan kawasan yang lebih luas. Roby mengatakan, pembangunan ini merupakan bagian dari perluasan kawasan raksasa, bukan wilayah administratif.
Melainkan, kawasan tematik yang akan men-support pengembangan ekonomi dan visual kota.
“Harapan kami, kawasan ini (gapura) bisa bersih ke depan. Karena memang ada trotoar yang perlu ditata. Kami ingin ini menjadi ikon baru Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Rencannya, proyek gapura ini terbagi menjadi dua sisi. Bagian utara dan selatan Jalur Pantura Kecamatan Pajarakan. Kini, pengerjaan difokuskan terhadap sisi utara dengan sekitar 20 meter. Dalam jangka panjang akan diteruskan ke timur.
“Untuk sisi selatan, kami masih menunggu sinergi dengan perbankkan lewat program CSR. Tapi, lahannya masih perlu perizinan dari PJKA karena berada di wilayah milik kereta api. Di bawahnya lagi bahkan ada lahan milik pribadi, jadi harus ada proses pembebasan lahan. Masih dalam tahap perizinan,” jelas Roby.
Pembangunan gapura ikonik ini menelan anggaran sekitar Rp 730 juta. Pemerintah menargetkan proyek selesai pada akhir bulan depan.
“Kami targetkan akhir Agustus sudah rampung,” kata Roby. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga