PEMERINTAH Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat Program Ketahanan Pangan sebagai upaya mendukung ekonomi masyarakat. Tahun ini, pemerintah desa berusaha memaksimalkannya melalui sektor pertanian dan peternakan.
Pemerintah Desa Rondokuning telah mengalokasikan 20 persen dana desa untuk Program Ketahanan Pangan. Tak hanya pertanian, pemerintah desa juga memperkuat program ini melalui sektor peternakan.
“Kami mengalokasikan dana untuk kegiatan sewa lahan tanam padi dan pengadaan alat pertanian berupa traktor. Serta, budi daya 1.200 ekor bebek dan tiga ekor sapi,” ujar Sekretaris Desa Rondokuning Muhammad Su'udi mewakili Kepala Desa Abd Rahim.
Seluruh Program Ketahanan Pangan ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Muda Rondokuning. BUMDes sudah mulai bergerak dalam pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Strategi ini diambil agar potensi lokal dapat dimaksimalkan dan memberikan dampak nyata bagi warga desa.
Menurut Su'udi, Desa Rondokuning tidak hanya berfokus pada satu sektor. “Kami kombinasikan antara pertanian dan peternakan. Agar hasilnya lebih menyeluruh dan berkesinambungan. Budi daya bebek dan sapi ini juga sebagai sumber PADes (pendapatan asli desa) di masa depan,” jelasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi terhadap tantangan ekonomi. Di mana, desa berinisiatif untuk mandiri dan produktif melalui pengelolaan potensi lokal.
Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa dan BUMDes, Desa Rondokuning menunjukkan langkah progresif dalam menciptakan kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat. Desa yang dulunya hanya dikenal sebagai wilayah agraris, kini mulai menata diri sebagai desa produktif dengan visi pembangunan berkelanjutan. (mu/rud/*)
Atasi Bencana, Tak Lupakan Bidang Pendidikan
DALAM rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan warga, Pemerintah Desa Rondokuning memprioritaskan pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat. Salah satu prioritas tahun ini adalah pembangunan drainase di Dusun Sukunan yang selama ini rawan genangan air.
“Drainase ini dibangun karena wilayah Dusun Sukunan berada di tengah permukiman padat. Setiap hujan deras sering terjadi genangan. Kini warga lebih merasa aman dan nyaman,” ujar Sekretaris Desa Rondokuning Muhammad Su'udi.
Proyek drainase ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah desa dalam membenahi lingkungan. Tak hanya itu, pada tahap dua pencairan Dana Desa, pemerintah desa juga menganggarkan pembangunan kanopi untuk lembaga PAUD/TK, sebagai bentuk perhatian terhadap sarana pendidikan anak usia dini.
“Pendidikan juga menjadi prioritas kami. Kanopi PAUD/TK ini dibangun agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman, terlindung dari panas dan hujan,” katanya.
Selain infrastruktur dan pendidikan, Desa Rondokuning juga memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan sosial. Sebanyak 21 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Pemerintah desa juga telah menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini ada tiga unit yang diperbaiki. Satu di antaranya sudah rampung.
Dengan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Desa Rondokuning terus bertransformasi menjadi desa yang peduli, adaptif, dan responsif terhadap tantangan lingkungan maupun sosial. Desa ini perlahan namun pasti, mengukir citra sebagai desa maju dan sejahtera. (mu/rud/*)
Editor : Ronald Fernando