Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Viral, Mahasiswi Magang di RS Wonolangan Terjatuh di Gending Probolinggo usai Tancap Gas Lihat Pemotor Keluarkan Celurit

Achmad Arianto • Jumat, 11 Juli 2025 | 15:19 WIB

 

DIRAWAT: Amanda Salsa Sabila mendapatkan pertolongan medis setelah terjatuh lantaran aksi percobaan pembegalan di ruas jalan pantura Desa Curahsawo, Kecamatan
DIRAWAT: Amanda Salsa Sabila mendapatkan pertolongan medis setelah terjatuh lantaran aksi percobaan pembegalan di ruas jalan pantura Desa Curahsawo, Kecamatan

GENDING, Radar Bromo–Amanda Salsa Sabila, 21, harus mendapat perawatan medis di IGD Puskesmas Gending.

Sebabnya, mahasiswa asal Dusun Krajan, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo terjatuh dari motornya, saat melintas di jalan pantura Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Selasa (8/7) malam.

Amanda terjatuh karena dia ketakutan lantaran merasa dibuntuti pemotor. Korban mengaku melihat pemotor tersebut seperti mengeluarkan celurit.

Karena mengira pemotor tersebut adalah begal, korban langsung tancap gas. Sayang, dia terjatuh.

Insiden itu terjadi saat mahasiswi yang sedang magang di RS Wonolangan, Kecamatan Dringu ini hendak pulang ke rumah.

Sekitar pukul 21.30, korban mengendarai motor Honda Vario melaju dari arah barat menuju ke timur.

Saat melintas di ruas jalan depan SPBU Desa Curahsawo, Gending, dari spion motor korban melihat ada laki-laki menggunakan motor mengekor di belakangnya.

Mulanya korban mengira pengendara motor tersebut hanya orang yang melintas. Sehingga tidak merasa khawatir dengan kehadirannya.

Namun beberapa meter setelah melintas sisi timur SPBU yang situasinya sepi, korban kemudian melihat pengendara motor tersebut mengeluarkan celurit.

Mengetahui hal itu, korban kemudian panik dan spontan memacu motor dengan kecepatan tinggi.

Hingga akhirnya sesampainya di depan kantor Desa Curahsawo korban hilang kendali dan terjatuh.

“Korban melihat ada laki-laki menggunakan motor membuntuti dari belakang mengeluarkan celurit. Takut jadi sasaran begal lalu menambah kecepatan motor hingga oleng dan terjatuh,” kata Kepala Desa Sumberkerang Beny Rechardo saat dikonfirmasi Kamis (10/7).

Korban yang terjatuh kemudian ditemukan warga yang saat itu melintas. Melihat korban mengalami luka-luka di bagian tangan, kaki, dan wajah, akhirnya warga membawanya ke Puskesmas Gending untuk mendapatkan petolongan medis.

Setelah dievakuasi, kemudian korban menghubungi keluarganya. Aksi percobaan pembegalan ini kemudian viral di pesan berantai whatsapp.

“Korban mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Gending. Motor yang dikendarainya juga masih ada,” terangnya.

Kapolsek Gending, AKP Sugeng Harianto mengatakan, pihaknya masih belum mendapatkan laporan dari korban.

Namun saat mendapatkan informasi percobaan pembegalan tersebut, Polsek Gending mendatangi korban yang dirawat di Puskesmas Gending untuk menghimpun keterangan. Hingga kini keterangan yang telah diperoleh masih didalami oleh petugas.

“Korban belum melaporkan kejadian yang dialaminya. Sementara informasi yang baru kami peroleh korban terjatuh karena ketakutan dibuntuti oleh orang tidak dikenal,” bebernya.

Di sisi lain, ruas jalan Pantura di Gending memang kerap  membuat khawatir pengguna jalan. Bukan hanya seperti Amanda Salsa Sabila, mahasiswa yang magang di RS Wonolangan.

Tetapi masyarakat yang kerap melintas di jalur ini. Alasannya, jalan kerap sepi dan masih minim penerangan sehingga berpotensi terjadi aksi kriminalitas.

Karenanya Polsek Gending melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukumnya.

Kapolsek Gending AKP Sugeng Harianto mengatakan bahwa kegiatan patroli dilaksanakan untuk mengantisipasi kejahatan saat malam hari. Ruas jalan pantura Kecamatan Gending mulai dari Desa Curahsawo sampai Desa Klaseman menjadi atensi. Khususnya ruas jalan dan wilayah yang sepi serta minim penerangan.

Kondisi seperti ini seringkali berpotensi dan menjadi spot bagi para pelaku kejahatan melakukan aksinya.

“Jalanan yang sepi dan minim penerangan seringkali menjadi spot bagi para pelaku kejahatan. Karena itulah patrol secara rutin kami laksanakan,” katanya.

Polsek Gending mengoptimalkan patroli KRYD pada wilayah rawan. Pada jam-jam tertentu anggota akan berkeliling memastikan lingkungan aman dari aksi kriminalitas.

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas, Polsek Gending juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melewati jalanan yang gelap dan sepi. Pasalnya saat menjadi korban aksi pembegalan pada ruas jalan atau wilayah sepi. Susah untuk mencari pertolongan.

Cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir aksi kriminalitas tersebut jalanan salah satunya adalah tidak sendirian saat mengendarai motor.

Mengajak teman untuk berboncengan ketika berkendara malam hari. Serta tidak keluar malam jika tidak memiliki kepentingan mendesak.

Cara ini dapat menghindari tindak kejahatan pembegalan dan kejahatan jalanan lainnya.

“Jika mengalami ataupun melihat kejadian tindak kriminal. Segera laporkan. Sehingga pelaku bisa segara diamankan,” bebernya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Percobaan pencurian #rs wonolangan #mahasiswi #vario #polsek gending #begal