PAJARAKAN, Radar Bromo - Layanan call center 110 Polres Probolinggo cukup diminati masyarakat.
Sejak launching hingga kini banyak warga yang melaporkan kejadian yang dialami. Setidaknya dalam sehari petugas menerima 3 laporan dari masyarakat.
Kabag Ops Polres Probolinggo Kompol Muhammad Dugel mengatakan bahwa antusiasme masyarakat untuk melaporkan kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) cukup tinggi.
Bahkan masyarakat tidak hanya melaporkan kejadian kriminal dan aktivitas yang meresahkan. Tetapi juga melaporkan kejadian tak terduga yang sedang dialaminya.
“Memang rata-rata laporan kriminal atau aktivitas yang mengganggu kamtibmas. Tapi ada juga yang melaporkan kejadian tak terduga seperti mobil mogok ditempat sepi. Tetap kami respons,” kata Dugel, Senin (7/7).
Polres Probolinggo telah menyiapkan personil dan hotline khusus melaporkan kejadian atau pengaduan tanpa harus datang langsung ke kantor Polisi.
Layanan call center 110 memungkinkan petugas mengetahui lokasi penelepon serta menampilkan wajah penelpon.
Karena itulah dapat mempercepat proses penanganan di lapangan. Kecepatan ini perlu dilakukan agar petugas bisa segera bertindak.
Dugel menuturkan layanan yang tersedia tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Pasalnya masih banyak telepon prank dari masyarakat. Ini diketahui karena laporan yang masuk memiliki tahapan.
Mayoritas pelapor hanya masuk tahap awal, namun ketika diperjelas melalui tahapan berikutnya tidak melanjutkan. Sehingga laporan tidak dapat diproses lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi laporan palsu tersebut petugas lebih memperketat laporan yang masuk. Petugas hanya menindaklanjuti laporan yang serius. Karena itulah selama laporan masih belum jelas maka petugas belum mengambil tindakan.
“Sehari rata-rata ada 3 laporan. Laporan tersebut ada yang prank. Jadi petugas lebih teliti dalam menerima laporan,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid