PEMERINTAH Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur desa. Tahun ini, sejumlah program fisik telah digarap. Di antaranya, ada pembangunan irigasi dan pengaspalan jalan antardusun.
Irigasi sepanjang 109 meter di Dusun Mungging Barat, itu telah rampung dibangun. Pembangunan ini merupakan titik terakhir atau lanjutan pembangunan jaringan irigasi yang telah dibangun tahun lalu.
Proyek ini sangat vital untuk memperlancar aliran air lahan pertanian warga seluas sekitar 10 hektare. Yakni, lahan yang tersebar di Dusun Mungging Barat dan Dusun Krajan.
“Ini kami bangun untuk meningkatkan produktivitas pertanian warga. Alhamdulillah, sekarang aliran air ke sawah jadi lebih lancar,” ujar Kepala Desa Alaspandan Hidayatullah.
Tak hanya itu, program pengaspalan jalan sepanjang 700 meter di wilayah perbatasan Dusun Mungging Barat dan Dusun Krajan, juga tengah dikebut. Bahkan, kini sudah hampir rampung.
“Jalan ini sangat strategis karena menghubungkan dua dusun dan menjadi akses utama menuju lembaga pendidikan. Sebelumnya, anak-anak sekolah harus berkendara melewati jalan yang tidak mantap, sekarang mereka bisa lebih aman dan nyaman,” jelasnya.
Langkah-langkah pembangunan ini diharapkan bisa mengangkat kualitas hidup masyarakat desa. Selain mendukung mobilitas dan pendidikan, jalan yang baik juga berperan besar dalam mendukung peningkatan perekonomian warga. Termasuk dalam mengangkut hasil panen.
Perhatikan Kesehatan, Sediakan Rumah Layak Huni
Di tengah derap pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Alaspandan tak melupakan sisi kemanusiaan. Dalam perencanaan anggaran tahap dua tahun 2025, pemerintah desa telah menyiapkan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tujuannya, membantu warga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.
Kepala Desa Alaspandan Hidayatullah mengatakan, ada tiga unit rumah yang akan dibangun melalui program bedah rumah ini. pelaksanaannya tinggal menunggu pencairan anggaran tahap kedua.
“Kami berusaha menyeimbangkan pembangunan fisik dengan kebutuhan sosial warga. RTLH ini salah satu bentuk perhatian kami kepada warga kurang mampu,” ujarnya.
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga sudah disalurkan. Ada lima kepala keluarga yang mendapatkannya. Bantuan ini sangat berarti bagi warga dalam menghadapi tekanan ekonomi pascapandemi Covid-19 dan fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah, BLT sudah terealisasi. Kami pastikan penerimanya tepat sasaran. Mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Hidayatullah.
Pemerintah desa juga berencana merealisasi program pipanisasi air bersih untuk wilayah Dusun Mungging dan Dusun Engas. Proyek ini diharapkan dapat menjawab keluhan warga soal akses air bersih.
“Harapan kami, seluruh usulan warga baik dari dana desa, kabupaten, maupun provinsi bisa segera terealisasi. Kami siap mengawal semuanya agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Langkah-langkah ini menegaskan bahwa Pemerintah Alaspandan tidak hanya membangun desa secara fisik. Tetapi, juga memperhatikan kesejahteraan warganya secara menyeluruh.
“Di bidang kesehatan, kami mengoptimalkan pelayanan posyandu, untuk memberikan hak pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan baik,” katanya. (mu/rud/*)
Editor : Ronald Fernando