KRAKSAAN, Radar Bromo - Teror bondet di rumah warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas karena dituding jadi dukun santet menjadi atensi MUI Kabupaten Probolinggo.
MUI mendorong agar pihak kepolisian mengungkap kasus dan meminta warga tak main hakim sendiri.
Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin mengatakan insiden pelemparan bondet yang dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut merupakan wujud teror.
Terlebih lagi bondet yang dilempar tidak hanya merusak rumah tetapi juga melukai pemilik rumah.
Tindakan main hakim ini tentunya tidak dibenarkan. Terlebih lagi dukun santet yang dituduhkan kepada pemilik rumah masih belum bisa dipertanggungjawabkan.
“Ini adalah tindakan yang berbahaya karena melakukan teror. Bukan hanya berupa ancaman. Tetapi sudah melakukan tindakan melukai orang lain. Dengan tuduhan yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” katanya Rabu (2/7).
Isu seperti ini menjadi cukup sensitif di tengah-tengah masyarakat. Sehingga perlu ada upaya serius yang perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Masyarakat harus bisa berpikir tenang dalam menyelesaikan masalah yang masih belum jelas atau belum pasti. Seperti dugaan dukun santet.
Apabila ada persoalan secara personal sebaiknya diselesaikan secara baik-baik. Dapat melalui tokoh masyarakat formal maupun informal.
Seperti Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, MUI, atau tokoh masyarakat lainnya. Sehingga bisa mendapatkan solusi dan tidak melakukan tindakan secara pribadi atau sepihak. Karena dapat melanggar hukum.
“Tindakan ini sudah diluar batas dan berbahaya. Tentunya perlu menjadi perhatian bersama sehingga tidak terulang lagi. Kami harap petugas dapat segera mengungkap,” bebernya.
Kejadian pelemparan bondet dengan isu magis ini merupakan kejadian kedua kalinya di Kabupaten Probolinggo.
Sebelum kejadian yang dialami oleh Suliha, 92, warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Tongas Minggu (29/6) malam. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di jari-jari tangan kiri dan dadanya.
Ini bukan yang pertama. Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Daryati, warga Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, yang dikenal warga sebagai dukun lintrik Minggu (8/6) dini hari.
Yasin menambahkan sejatinya di masyarakat sudah ada lembaga yang bisa turut membantu menyelesaikan persoalan-persoalan. Lembaga tersebut sudah siap untuk mencari solusi terbaik atas isu yang sedang berkembang.
Kejadian pelemparan bondet tentunya cukup disayangkan sehingga menjadi perhatian bersama agar tidak terulang kembali.
“Ke depan tidak boleh ada lagi tindakan anarkis, teror, pengancaman dan main hakim sendiri,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni