PAJARAKAN, Radar Bromo - Kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo masih cukup tinggi.
Sampai dengan pekan kedua bulan Juni, sebanyak 38 orang tewas di jalan. Mayoritas korban adalah pengendara motor.
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas tentunya perlu menjadi atensi. Sehingga harus ada upaya serius yang dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas.
Sampai saat ini masih ditemukan kecelakaan terjadi akibat kealpaan atau kelalaian pengguna jalan baik kendaraan bermotor maupun kendaraan roda empat atau lebih.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan kelalaian tersebut seperti tidak memperhatikan situasi saat berkendara dijalan.
Kelelahan saat berkendara sehingga terjadi microsleep. Kendaraan kemudian oleng menabrak kendaraan lain. Dan kurang waspada saat berkendara di jalan raya.
Kecelakaan juga dapat terjadi karena tidak mematuhi atau aturan berkendara. Serta kurangnya pengecekan kendaraan. Dengan demikian membahayakan diri sendiri dan orang lain.
“Insiden kecelakaan lalu lintas saat ini masih menjadi atensi. Berbagai upaya sudah kami lakukan untuk menekan potensi kecelakaan yang dapat terjadi,” katanya.
Sejak Januari sampai Kamis (19/6), telah terjadi 231 insiden kecelakaan di wilayah hukum Polres Probolinggo.
Dari ratusan kecelakaan tersebut 38 orang diantaranya tewas. Baik meninggal di TKP atau saat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Insiden kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan 256 orang korban mengalami luka ringan.
Dari keseluruhan insiden yang telah terjadi kerugian materiil yang dialami korban mencapai Rp 193.175.000.
Kecelakaan lalu lintas menyebar di seluruh wilayah hukum Polres Probolinggo. Namun ada 5 ruas jalan yang perlu diwaspadai. Diantaranya ruas jalan pantura Kecamatan Kraksaan meliputi Desa Kebonagung dan Kelurahan Semampir.
Lalu pantura Desa Tamansari, Kecamatan Dringu. Serta di jalur lingkar selatan Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan dan Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces.
“Kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan diantaranya motor, truk, dan mobil penumpang minibus,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid