Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nasabah KSU Cakrawala Kraksaan Probolinggo Resah, Sulit Cairkan Simpanan yang Capai Miliaran, Wadul Dewan

Agus Faiz Musleh • Kamis, 19 Juni 2025 | 17:38 WIB

 

 

CARI SOLUSI: Komisi II DPRD kabupaten Probolinggo mengelar rapat dengar pendapat bersama sejumlah nasabah KSU, Rabu (18/6). (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
CARI SOLUSI: Komisi II DPRD kabupaten Probolinggo mengelar rapat dengar pendapat bersama sejumlah nasabah KSU, Rabu (18/6). (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

KRAKSAAN, Radar Bromo-Sejumlah nasabah Koperasi Serba Usaha (KSU) Cakrawala di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, gundah. Uang yang mereka simpan di koperasi yang sebelumnya berkantor di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, ini tak kunjung cair.

Bahkan, kini kantornya tutup. Sejumlah nasabah juga mengaku sulit mendapatkan akses dan berkomunikasi dengan pengurus koperasi. Karena itu, mereka wadul ke DPRD Kabupaten Probolinggo.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari tiga nasabah dengan nilai simpanan yang cukup besar. Ada yang Rp 300 juta, Rp 400 juta, dan Rp 500 juta. “Sampai saat ini belum ada kejelasan,” ujarnya, Rabu (18/6).

Sebelumnya, KSU Cakrawala ini beroperasi di Kecamatan Kraksaan. Namun, kini sudah tidak beroperasi lagi.

Bahkan, para nasabah mengaku tidak bisa lagi menghubungi pihak koperasi. Mereka pun gundah dan akhirnya mencari solusi ke legislatif.

“Koperasinya sudah tutup dan mereka tidak ada koneksi untuk berkomunikasi. Karena itu, mereka datang ke Klinik Aspirasi DPRD Kabupaten Probolinggo,” jelas Reno.

Sebagai langkah awal, Komisi II berencana memfasilitasi pertemuan antara pihak koperasi Cakrawala, Dinas Koperasi Usaha Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), serta para nasabah.

“Saya sudah telepon sekretaris DKUPP, Insyaallah Rabu besok kami akan hadirkan pihak KSU ke sini bersama masyarakat yang mengadu,” katanya.

Sejauh ini, kata Reno, belum bisa dipastikan KSU Cakrawala ini bangkrut atau hanya berhenti operasional sementara. Komisi II masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.

“Ini masih langkah awal. Kami perlu mendalami dulu. Kami ingin jadi jembatan masyarakat dalam mengawal permasalahan ini,” jelasnya.

Salah satu nasabah warga Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Hendriyanto, 35, mengaku menyetor uang hingga Rp 1,4 miliar ke KSU ini. Ia mengaku dirugikan karena sejak koperasi tutup pada 2024, uangnya tidak bisa ditarik.

“Awalnya lancar, tapi sejak 2024 koperasinya tutup. Saya sempat minta tarik uang Rp 200 ribu, cuma dikasih Rp 50 ribu. Dijanji-janjikan terus,” ujarnya.

Ia mengaku tak sendiri. Menurutnya, ada 20 orang nasabah dengan total deposito mencapai lebih dari Rp 2 miliar yang mengalami nasib serupa.

Namun, belum semua korban ikut melapor ke DPRD. “Nasabah banyak, tapi belum semua datang. Yang saya tahu ada yang depositonya sampai Rp 600 juta,” jelasnya.

Soal apakah pernah ada komunikasi dari pihak koperasi, Hendriyanto mengatakan, hanya ada janji lisan tanpa realisasi. Para korban berharap, DPRD bisa menekan pihak terkait agar duit mereka dikembalikan.

“Kami berharap koperasi bisa kembalikan uang kami. Makanya kami minta bantuan dari Komisi II,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo telah berusaha mendapatkan penjelasan dari manajemen KSU Cakrawala yang diadukan nasabahnya ini. Namun, panggilan telepon dan pesan singkat terhadap salah satu pengurus koperasi, sampai berita ini ditulis tak kunjung direspons. (mu/rud)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#KSU #semampir #simpanan #nasabah #koperasi #Cakrawala #probolinggo #Kraksaan #koperasi serba usaha