Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lakukan Skrining Stunting, Dinkes Kabupaten Probolinggo Libatkan Dokter Spesialis Anak

Jamaludin • Jumat, 13 Juni 2025 | 02:41 WIB
SPESIALIS: Dokter Spesialis Anak Muhammad Reza memberikan edukasi kepada orang tua balita yang terindikasi bermasalah dengan pertumbuhannya.
SPESIALIS: Dokter Spesialis Anak Muhammad Reza memberikan edukasi kepada orang tua balita yang terindikasi bermasalah dengan pertumbuhannya.

PEMKAB Probolinggo terus berupaya memerangi masalah stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satunya  melakukan skrining jemput bola dengan melibatkan dokter spesialis anak.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab Probolinggo menggelar MobiScreening Generasi Maju Bebas Stunting. Berupa layanan jemput bola untuk melakukan skrining dini. Khususnya terkait permasalahan gizi dan tumbuh kembang.

PENGUKURAN: Petugas kesehatan mengukur lingkar kepala salah seorang balita.
PENGUKURAN: Petugas kesehatan mengukur lingkar kepala salah seorang balita.

Program bagian dari SAE Kesehatan, ini berlangsung selama lima hari, Selasa-Sabtu (10-14/6). Digelar di lima lokasi berbeda. Lima lokasi itu adalah wilayah kerja Puskesmas Glagah, Puskesmas Jorongan, Puskesmas Dringu, Puskesmas Kraksaan, dan Puskesmas Jabung Sisir.

MobiScreening melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas, rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, serta lima dokter spesialis anak. Mereka turun gunung secara bergantian di setiap titik.

Mereka adalah dr. Vonny Mariany D., Sp.A, M.Biomed.; dr. Fauziah Pratiwi, Sp.A., M.Ked.Klin.; dr. Muhammad Reza, M.Biomed, CHMC, AIFO-K, Sp.A, Subsp. Neo.(K).; dr. Felicia Anita W., Sp.A.; dan dr. Ni Made Maya, M.Ked.Klin, Sp.A.

Rabu (11/6), Mobiscreening digelar di Pendapa Kecamatan Dringu. Sasarannya mencapai 160 balita berusia 12-59 bulan. Mereka berasal dari 9 desa di wilayah kerja Puskesmas Dringu. Skrining diawali pendaftaran, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga pengukuran lingkar kepala balita oleh kader dan tenaga kesehatan.

PENIMBANGAN: Petugas kesehatan menimbang berat badan balita sebagai bagian dari skrining.
PENIMBANGAN: Petugas kesehatan menimbang berat badan balita sebagai bagian dari skrining.

Hasilnya, dianalisis oleh ahli gizi untuk mengidentifikasi potensi gangguan pertumbuhan. Yang terindikasi masalah tersebut, langsung mendapatkan layanan konsultasi dan validasi lanjutan bersama dokter umum. Jika ditemukan adanya penyakit bawaan, balita langsung ditangani dokter spesialis anak untuk mendapatkan diagnosis lebih mendalam serta intervensi medis.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.Mkes. menjelaskan, MobiScreening merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Yakni, platform kesehatan digital AloDokter. Didukung puskesmas, rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta di Kabupaten Probolinggo.

“MobiScreening ini adalah bentuk kolaborasi. Kami ingin betul-betul melaksanakan pencegahan stunting secara dini dengan mendeteksi kondisi gizi anak sedini mungkin,” ujar dr. Hariawan.

Menurutnya, keberadaan dokter spesialis anak sangat penting karena mereka mampu mengidentifikasi dan mendiagnosis secara mendalam berbagai penyebab gangguan gizi.

Tak sekadar kekurangan asupan makanan, tetapi juga penyakit penyerta seperti diare kronis, tuberkulosis (TBC), dan infeksi cacing yang kerap menjadi latar belakang anak mengalami permasalahan gizi.

UMUM: Dokter umum memberikan layanan konsultasi dan validasi lanjutan kepada orang tua balita.
UMUM: Dokter umum memberikan layanan konsultasi dan validasi lanjutan kepada orang tua balita.

“Tidak cukup hanya memberikan asupan makanan sebanyak-banyaknya. Harus dicari penyebab medis yang mendasari. Maka dari itu, anak-anak yang terindikasi stunting langsung ditangani oleh tim medis ahli dan diberikan intervensi berupa susu khusus dan makanan tambahan lokal,” jelasnya.

MobiScreening sebagai bentuk layanan jemput bola, untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebagai pilot project awal, kegiatan ini digelar di wilayah kerja lima puskesmas.

“Dengan cara ini, kami ingin memutus mata rantai stunting di Kabupaten Probolinggo. Anak-anak yang bermasalah dengan gizi akan dideteksi lebih dini dan mendapatkan penanganan lebih cepat,” ujarnya. (uno/rud)

Editor : Ronald Fernando
#skrining #tumbuh kembang anak #kesehatan #gizi #stanting #dinkes