Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Leces Probolinggo Sulap Taman Desa jadi Tempat Nongkrong ala Kafe Sawah yang Asyik

Inayah Maharani • Rabu, 4 Juni 2025 | 07:11 WIB
SEGERA BEROPERASI: Kafe sawah yang kini pembangunannya sudah capai 90 persen. Ditargetkan tempat ini segera beroperasi dan jadi spot baru untuk warga.
SEGERA BEROPERASI: Kafe sawah yang kini pembangunannya sudah capai 90 persen. Ditargetkan tempat ini segera beroperasi dan jadi spot baru untuk warga.

DESA Leces kini semakin keren. Desa yang menjadi ibukota kecamatan itu kini makin maju dengan segala pembangunannya. Meski tak punya potensi wisata alam, Pemerintah Desa (Pemdes) Leces tak kehabisan akal.

Mereka tetap bisa mengupayakan adanya BUMDes dengan menggali potensi yang ada. Pemdes Leces memanfaatkan taman desa yang sudah tak terawat itu untuk dialifungsikan sebagai kafe.

Sebelumnya, di Dusun Dukbulu RT 03/ RW 02 itu sebelumnya adalah taman yang digunakan untuk mempercantik desa. Di sana terdapat alat-alat olahraga yang bisa dimanfaatkan warga Leces untuk berolahraga.

Namun, karena semakin lama semakin tak terurus, masyarakat juga semakin jarang mengunjungi tempat tersebut. Karenanya, melalui diskusi oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat, akhirnya pemdes sepakat untuk menjadikannya sebagai kafe sawah.

OPTIMISTIS: Kepala Desa Leces (Zainal Arifin) dan perangkat Desa Leces saat meninjau kafe sawah yang kini pembangunannya sudah capai 90 persen. Ditargetkan
OPTIMISTIS: Kepala Desa Leces (Zainal Arifin) dan perangkat Desa Leces saat meninjau kafe sawah yang kini pembangunannya sudah capai 90 persen. Ditargetkan

Kepala Desa leces, Zainal Arifin mengatakan bahwa pembangunan kafe ini sudah dimulai sejak 2024 lalu. Kini progres pembangunan sudah capai 90 persen. Dia bersama jajarannya menargetkan kafe sawah ini segera beroperasi tahun ini.

“Kami berharap tahun ini segera beroperasi. Sebetulnya pembangunannya sudah rampung tinggal proses untuk belanja bahan-bahan dan dipercantik lagi,” katanya.

Tempatnya memang strategis. Berada diantara sawah-sawah yang hijau. Saat sore hari, matahari tenggelam terlihat indah dengan warna jingganya.

Melihat peluang inilah, akhirnya kafe sawah ini dibangun. Konsepnya unik. Tempat duduknya itu terbuat dari saung-saung atau gazebo. Totalnya ada 9 gazebo di sana yang bisa dipakai untuk nongkrong atau berkumpul bersama keluarga.

LEBIH MULUS: Tim Monev Kecamatan leces dan perangkat desa saat meninjau lokasi Jalan di perumahan Leces yang sudah teraspal.
LEBIH MULUS: Tim Monev Kecamatan leces dan perangkat desa saat meninjau lokasi Jalan di perumahan Leces yang sudah teraspal.
Photo
Photo

Di depan saung-saung itu ada aliran irigasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai keramba untuk ikan-ikan. Tujuannya adalah mempercantik tampilan kafe.

Tempat tersebut sangat cocok dikunjungi saat pagi dan sore hari, sebab suasanya sejuk. Total anggaran untuk pembangunan kafe itu sejumlah Rp 71 juta rupiah. Ditambah penyertaan modal Rp 81 juta rupiah.

“Daripada kotor karena sering dibuat tempat pembuangan sampah oleh warga.  Kami jadi punya ide untuk dibikin kafe yang akan dikelola BUMDes,” kata Zainal.

Pihaknya berharap setelah beroperasinya kafe itu, hasilnya bisa dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan. Pemdes juga yakin kafe baru ini bakal jadi spot menarik untuk wisata murah. 

CEGAH KERAWANAN: Perangkat Desa Leces saat menujukkan PJU yang sudah terpasang di Dusun Dukbulu.
CEGAH KERAWANAN: Perangkat Desa Leces saat menujukkan PJU yang sudah terpasang di Dusun Dukbulu.

Infrastruktur Semakin Mantap, Jalan Mulus dan Terang

BUMDes bukan satu-satunya hal yang diprioritaskan di Desa Leces. Pembangunan tahun ini juga difokuskan pada infrastruktur desa terutama pembangunan jalan. Pemdes Leces menargetkan semua jalan di desa ini jadi lebih baik.

Tahun ini ada pembangunan aspal di perumahan Leces Permai dengan panjang 377 meter dan lebar empat meter sudah rampung.

Kondisi sebelumnya jalan tersebut juga diaspal, namun sudah rusak dan banyak yang berlubang. Tahun ini jalan itu kembali diaspal dengan menganggarkan dari DD sebesar Rp 185.945.000

Selain itu, kata Kepala Desa Leces, Zainal Arifin, pihaknya juga akan membangun paving di RT 02 dan 07 RW 03. Pavingisasi itu akan dibangun sepanjang 220 meter kali dua meter dengan menelan DD Rp.140 juta rupiah.

Lalu ada juga rabat beton yang direncanakan akan dibangun tahun ini di  RT 03/RW 02 Dusun Dukbulu. Rabat beton beton ini akan dibangun sepanjang 16 meter dan lebar 1,7 meter.

Rabat beton itu dibangun untuk perluasan jalan. Lokasinya berada di pertigaan, sehingga kondisi jalan yang sempit sering membuat pengendara kebablas dan akhirnya jatuh.  

“Karena sering ada kejadian pengendara jatuh, kami lebarkan jalannya dengan dirabat,” terangnya.

Lalu infrastruktur yang terakhir adalah penerangan jalan umum (PJU) sebanyak 14 unit. PJU itu tersebar di RT 02 dan RT 03 RW 02.

Penerangan jalan ini dilakukan untuk menghindari adanya tindak kejahatan yang tidak diinginkan sebab di daerah tersebut rawan terjadi pembegalan.

“Di lokasi ini sebelumnya rawan akan tindak kejahatan dan pernah terjadi pembegalan. Jadi, kami tambahi penerangan supaya lebih aman,” kata Zainal. 

 

Usai Penggemukan Sapi, Ketahanan Pangan Bidik Ternak Ayam Petelur

Setiap desa diwajibkan memiliki ketahanan pangan. Untuk Desa Leces, ketahanan pangan yang direncakan adalah akan memelihara ayam petelur.

Berbeda dengan tahun 2024, Desa Leces memelihara sapi yang saat ini masih dalam proses penggemukan.

Tahun ini ayam petelur dipilih karena usia memelihara sampai bisa menghasilkan telur lebih singkat.

Dengan itu telur bisa lebih cepat dimanfaatkan untuk warga atau dijual sebagai sumber PAD. Berbeda dengan sapi yang butuh waktu bertahun-tahun agar bisa gemuk.

Kata Kepala Desa Leces, Zainal Arifin pihaknya sudah merencanakan akan memelihara sebanyak 1000 ayam petelur dengan anggaran Dana Desa sebesar Rp 313.000.000. “Nanti kami akan memelihara ayam petelur sekitar seribu ekor,” katanya. (ran/fun/*)

 

Rencana Pembangunan Desa Leces 2025

Rp 313.000.000
Ketahanan pangan ayam petelur

Rp 185.945.000
Pembangunan Aspal Di Perumahan Leces Permai

Rp 145.006.000
Pembangunan Paving

Rp 81.000.000
Penyertaan modal usaha

Rp 36.297.000
PJU 14 Unit

Rp 32.017.000
Rabat Beton Pelebaran Jalan

Editor : Abdul Wahid
#kecamatan leces #desa leces #transparansi desa