BESUK, Radar Bromo-Aksi perampokan yang dialami Nurul Fatah, 49, warga Dusun Bago Kidul, Desa Bago, Kecamatan Besuk masih dalam penyelidikan.
Polsek Besuk hingga kini telah meminta keterangan pada 3 saksi. Sayangnya keterangan yang sudah dihimpun, belum bisa mengerucut pada terduga pelaku.
Perampokan yang dialami Nurul Fatah cukup menjadi atensi jajaran kepolisian. Pasalnya selain mengacak-acak isi rumah korban bersama keluarganya disekap dan diancam akan dibunuh oleh pelaku.
“Kasus masih dalam penyelidikan. Ada 3 saksi yang sudah kami minta keterangan diantaranya korban, istri korban, dan kakak korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Besuk Aiptu Antono saat dikonfirmasi Selasa (3/6).
Ia menjelaskan bahwa keterangan yang disampaikan saksi masih cukup minim. Belum mengarah pada terduga pelaku yang tega melakukan aksi perampokan mencekam tersebut.
Namun dari keterangan yang telah disampaikan tersebut menjadi acuan pemeriksaan saksi lain.
Pemeriksaan saksi akan dilakukan sampai penyidik mendapatkan petunjuk yang terang perihal aksi perampokan tersebut.
“Masih akan kami lakukan pemeriksaan pada saksi lainnya. Keterangan yang disampaikan oleh korban akan menjadi acuan. Mudah-mudahan perkara ini segera terungkap dan pelaku segera tertangkap,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya kawanan perampok beraksi di Dusun Bago Kidul, Desa Bago, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Minggu dini hari (1/6).
Kawanan pelaku yang membawa celurit dan pistol pun menyekap keluarga Nurul Fatah, 49, yang beberapa waktu lalu usai menjual sawah miliknya.
Pelaku diduga berjumlah 6 orang. Saat kejadian 1 pelaku loncat pagar kemudian memasukkan 5 orang pelaku lainnya. Mereka mencongkel pintu dapur dan menyekap para penghuni diruang tamu.
Akibat kejadian ini keluarga Nurul Fatah mengalami trauma. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 6 juta lebih. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid