DESA Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto bergerak maju dalam mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi warga. Salah satu upaya yang kini dilakukan adalah program penggemukan sapi limousin, yang diproyeksikan bisa dipanen tiap empat bulan.
Tahun ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Pohsangit Tengah berencana untuk memelihara tiga ekor sapi limousin di Dusun Klompang. Kepala Desa Pohsangit Tengah, Sunarto menjelaskan bahwa persiapan kandang telah mencapai 90 persen dan kini tinggal proses pengerjaan rabat beton pada lantai kandang.
“Kandang berada di Dusun Klompang, saat ini sudah hampir selesai. Tinggal pengecoran lantainya saja,” ungkap Kades Sunarto.
Menariknya, program ini tidak hanya berfokus pada penggemukan sapi semata. Limbah ternak khususnya kotoran sapi juga akan dimanfaatkan secara optimal.
Pemdes telah menyiapkan bak penampungan berkapasitas 3 meter kubik di samping kandang.
“Kotoran sapi akan dicampur dengan pupuk Urea untuk menghasilkan pupuk cair. Harapannya, pupuk ini bisa dimanfaatkan oleh para petani di desa, agar tidak sepenuhnya bergantung pada pupuk anorganik. Selain ramah lingkungan, ini juga berpotensi menjadi sumber pendapatan asli desa (PAD),” jelas Sunarto.
Tak berhenti di situ, pemdes juga memiliki visi jangka panjang dalam pemanfaatan limbah sapi.
Salah satunya adalah mengolah gas dari kotoran sapi menjadi energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga.
“Ke depan, kami ingin gas tersebut bisa disalurkan melalui jaringan pipa ke rumah-rumah warga sebagai gas konsumsi,” tambahnya.
Program ketahanan pangan ini juga diperkuat dengan pemberdayaan sektor UMKM. Melalui koperasi Merah Putih yang tengah disiapkan. Pemdes berencana menyalurkan produk-produk unggulan desa seperti marning jagung, keripik singkong, dan keripik talas.
Produk-produk tersebut akan dikembangkan dengan variasi rasa seperti balado dan barbeque, serta dikemas secara menarik untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Di desa kami, petani bisa panen jagung dua kali dalam setahun. Produksinya mencapai berton-ton. Saat ini produk olahan jagung dan umbi-umbian sudah kami perkenalkan lewat bazar-bazar kecamatan. Tapi ke depan, kami ingin perluas jangkauan pemasarannya,” ujar Sunarto optimistis.
Selain itu, Pemdes Pohsangit Tengah juga mendorong penanaman pohon buah sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat. Buah-buahan seperti jambu kristal merah dan putih, jambu air, serta jeruk telah ditanam untuk nantinya dikonsumsi warga maupun dijual sebagai tambahan penghasilan.
“Dengan berbagai upaya ini, kami ingin membangun desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing, sekaligus tetap peduli terhadap kelestarian lingkungan,” pungkas Sunarto.
Pavingisasi Dukung Mobilitas Warga
Tak hanya fokus pada program ketahanan pangan, Pemerintah Desa (Pemdes) Pohsangit Tengah juga memperkuat infrastruktur penunjang, terutama akses jalan menuju area pertanian dan permukiman warga.
Melalui pembangunan jalan paving, desa ini mendorong kemudahan mobilitas warga yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Desa Pohsangit Tengah, Suyono menyampaikan bahwa pada tahun 2024 pihaknya telah melaksanakan proyek pavingisasi di dua dusun, yakni Dusun Klompang dan Dusun Krajan. Di Dusun Klompang, pavingisasi dilakukan sepanjang 300 meter dengan lebar 2 meter.
Sebelumnya, jalan ini hanya berupa tanah yang kerap becek dan licin saat musim hujan, menyulitkan aktivitas warga.
“Dulu, saat musim hujan, jalan ini sulit dilalui. Warga kesulitan mengangkut hasil panen. Akibatnya, ongkos angkut menjadi tinggi dan berdampak pada berkurangnya pendapatan petani.
Termasuk juga warga yang hendak membangun rumah harus mengangkut material menggunakan argo atau tenaga manual, yang tentu saja menguras waktu dan tenaga,” terang Suyono.
Melalui pavingisasi ini, Pemdes berharap aktivitas warga terutama para petani dapat berjalan lebih lancar. Tidak hanya untuk distribusi hasil pertanian, tetapi juga untuk keperluan lain seperti pembangunan rumah dan akses menuju fasilitas umum.
“Dengan jalan yang sudah dipaving, kendaraan roda empat bisa langsung masuk ke lokasi, sehingga pengangkutan material jadi lebih efisien,” tambahnya.
Selain di Klompang, pavingisasi juga dilakukan di Dusun Krajan sepanjang 475 meter. Lebar jalan yang semula hanya satu meter kini diperluas menjadi dua meter.
Kondisi sebelumnya sangat menyulitkan karena selain licin, jalan sempit membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
“Sekarang jalan sudah diperbaiki dan diperlebar. Mobil bisa masuk hingga ke lahan pertanian warga, mempermudah proses angkut hasil panen. Ini tentu sangat membantu petani karena biaya angkut jadi lebih murah,” jelas Suyono.
Pembangunan infrastruktur jalan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemdes Pohsangit Tengah dalam mendukung produktivitas pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
Dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, akses jalan yang baik sangat vital untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan penghasilan.
“Harapan kami, pembangunan ini bisa memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi desa secara menyeluruh,” pungkas Suyono. (gus/fun/*)
APBDES PEMERINTAH DESA POHSANGIT TENGAH TAHUN ANGGARAN 2025
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa: Rp 12.000.000,00
Pendapatan Transfer: Rp 1.433.987.728,00
Pendapatan Lain-Lain: Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN: Rp 1.445.987.728,00
BELANJA
Belanja Pegawai: Rp 342.257.520,00
Belanja Barang dan Jasa: Rp 511.018.465,98
Belanja Modal: Rp 353.156.000,00
Belanja Tidak Terduga: Rp 54.000.000,00
JUMLAH BELANJA: Rp 1.260.431.985,98
SURPLUS/DEFISIT: Rp 185.555.742,02
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan: Rp 25.946.257,98
Pengeluaran Pembiayaan: Rp 211.502.000,00
PEMBIAYAAN NETTO: (Rp 185.555.742,02)