Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sumur Warga Desa Tulupari di Tiris Probolinggo Kering, Warga Minta Bantuan, Sebanyak Ratusan Jiwa Krisis Air

Agus Faiz Musleh • Senin, 2 Juni 2025 | 16:25 WIB

 

 

BARU PERTAMA: Personel BPBD menyalurkan air bersih Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Sekitar 6.000 liter air bersih didistribusikan pada Jumat (30/5) dan bantuan tersebut
BARU PERTAMA: Personel BPBD menyalurkan air bersih Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Sekitar 6.000 liter air bersih didistribusikan pada Jumat (30/5) dan bantuan tersebut

TIRIS, Radar Bromo – Musim kemarau belum benar-benar tiba. Tapi bencana kekeringan sudah mulai melanda di Kabupaten Probolinggo.

Di Desa Tulupari, Kecamatan Tiris misalnya.  Sejumlah sumur milik warga mengalami kekeringan, membuat mereka kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagai respons awal, sekitar 6.000 liter air bersih didistribusikan pada Jumat (30/5) oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk warga di Dusun Dulungan, RT/RW 11/04, yang terdiri dari 80 kepala keluarga dengan total 240 jiwa.

“Wilayah ini sebenarnya bukan daerah yang biasa mengalami krisis air. Tapi kemarau tahun ini cukup ekstrem, dan sebagian besar sumur warga tidak lagi mengeluarkan air,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.

Ia menambahkan, pengiriman air bersih hanyalah salah satu langkah awal. Pihaknya berencana melakukan pemetaan dan penilaian lapangan guna mengetahui potensi kekeringan jangka menengah hingga panjang di wilayah tersebut.

“Langkah kami tidak hanya berhenti di distribusi air. Kami juga akan mendorong pembangunan sumber air alternatif dan memberikan edukasi soal pemanfaatan air secara hemat,” jelas Oemar.

Situasi kekurangan air berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga warga. Tidak sedikit dari mereka yang harus membatasi penggunaan air untuk mandi, mencuci, hingga memasak.

“Sekarang untuk mandi saja kami harus antre. Air dari sumur benar-benar sudah tidak bisa diambil, bahkan dengan pompa sekalipun,” kata Siti Nurjanah 42, salah seorang warga Dusun Dulungan.

Ia berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang lebih berkelanjutan, terutama jika kekeringan seperti ini kembali terjadi tahun depan.

Oemar menjelaskan Desa Tulupari termasuk wilayah yang jarang mengalami permintaan air bersih.

Namun, musim kemarau panjang tahun ini menyebabkan sejumlah sumur warga mengering, sehingga diperlukan tindakan cepat.

Desa Tulupari tidak termasuk daerah langganan krisis air. Karena itulah BPBD akan melakukan asesmen menyeluruh untuk melihat potensi kekeringan ke depan.

Upaya yang dilakukan tentunya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan bahwa pengiriman air bersih di Desa Tulupari ini merupakan pengiriman pertama di Kabupaten Probolinggo.

Pihaknya berkomitmen siap membantu masyarakat. Tidak hanya melalui distribusi air bersih.

Tetapi juga dengan pendekatan mitigasi jangka panjang. Seperti pembangunan sumber air alternatif dan edukasi penggunaan air secara efisien.

“Pengiriman air bersih yang dilakukan merupakan yang pertama kali di tahun ini,” ucapnya. (ar/mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#krisis air #bpbd #sumur kering #kekeringan