KRAKSAAN, Radar Bromo –Ruas jalan Krucil-Tambelang yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena rusak dan membahayakan pengguna jalan, didesak segera dibenahi. Sebab kerusakan sudah mulai mengganggu akses warga.
Jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan dan proses pengadaan melalui sistem e-katalog, namun hingga kini pengerjaannya belum dimulai.
“Kami sudah bertanya langsung kepada Dinas terkait, terutama Dinas BUMPR. Prosesnya sudah berjalan, anggarannya juga sudah ada dan tidak akan digeser. Seharusnya memang segera diperbaiki,” tegas Ketua Komisi III DPRD Muhammad Al-Fatih.
Ia mengungkapkan bahwa belum diketahui secara pasti kendala yang menyebabkan proyek belum juga dimulai.
“Kami juga masih belum tahu apa permasalahan kenapa tidak segera dikerjakan. Apakah dari vendornya atau bagaimana, kami juga tidak tahu sampai sekarang,” ujarnya.
Menurut Al-Fatih, proyek ini seharusnya bisa langsung dieksekusi karena sudah melalui proses perencanaan dan tayang di e-katalog LPSE.
“Kalau sudah selesai perencanaannya, tinggal memilih vendor dan siapa yang mengerjakan. Ini jalan kecil, menggunakan dana alokasi umum, bukan DAU fisik. Jadi murni anggaran daerah,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa dengan sistem pengadaan e-katalog, proses seharusnya bisa lebih cepat dibanding lelang konvensional.
“Kalau dulu bisa dua sampai tiga bulan baru selesai, sekarang dengan e-katalog seharusnya cukup tiga minggu sampai satu bulan. Apalagi perencanaannya sudah selesai,” ungkapnya.
Al-Fatih pun berharap tidak ada kepentingan lain yang memperlambat proyek ini.
“Kami tidak bisa menjawab kalau ada kepentingan tertentu. Itu ranahnya eksekutif. Kami di DPRD hanya bisa mengawal agar proses ini berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Endang Muji, menjelaskan bahwa proyek perbaikan jalan Krucil-Tambelang kini sudah memasuki tahap akhir dalam sistem e-purchasing.
“Sekarang masuk di negosiasi harga dengan calon penyedia. Sebelumnya kita sudah cek semua persyaratan, termasuk tenaga kerja, dan itu sudah dilalui,” ujar Endang. Ia menambahkan bahwa setelah negosiasi selesai, akan dilakukan penetapan pemenang dan penayangan kontrak awal bulan depan.
“Setelah kontrak dibuat, langsung serah terima lapangan dan pengerjaan segera dimulai. Kita dorong untuk segera dikerjakan karena cuaca masih mendukung,” jelasnya.
Ruas jalan yang akan diperbaiki memiliki panjang 3,5 kilometer, membentang dari Garuda Krucil hingga Kantor Desa Bermi. Proyek ini ditargetkan rampung dalam lima bulan, yakni dari Juni hingga November 2025.
“Namun kami berharap bisa lebih cepat karena cuaca saat kan tidak menentu kedepan. Awal bulan depan juga akan ada sosialisasi publik. Kami harap masyarakat ikut berpartisipasi agar pengerjaan berjalan lancar,” tutup Endang. (mu/fun)
Editor : Fahreza Nuraga