PROBOLINGGO, Radar Bromo-Adanya migrasi ubur-ubur tak hanya terjadi di perairan Mayangan Probolinggo. Migrasi juga terpantau mendekati Perairan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Sejak Sabtu (17/5), pergerakan gerombolan ubur-ubur juga mulai mendekati canal intake milik PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton.
Canal intake merupakan komponen vital dalam sistem pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton.
Alhasil, PLN Paiton segera mengaktifkan sejumlah langkah pengamanan untuk mencegah gangguan operasional akibat masuknya ubur-ubur ke dalam sistem.
“Merespons kondisi ini, UP Paiton langsung menerapkan protokol mitigasi berlapis yang selama ini terbukti efektif dalam menghadapi fenomena serupa pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Senior Manajer PLN NP UP Paiton, Dwi Juli Harsono.
Ia menjelaskan, seluruh personel kini berada dalam status siaga penuh dan dibantu oleh nelayan lokal untuk menjaga keandalan operasional pembangkit berkapasitas 1.460 MW tersebut.
Meskipun ubur-ubur telah terlihat di perairan sekitar, tim PLN NP masih terus memantau intensitas kedatangannya secara cermat dan melakukan penanganan secara hati-hati serta berkelanjutan.
“Penanganan kami lakukan dengan metode penjaringan manual yang intensif, sambil mengoperasikan tiga lapis sistem pengamanan berupa jaring khusus secara optimal. Ini bagian dari prinsip kehati-hatian dalam mengelola potensi risiko dari material biologis seperti ubur-ubur terhadap sistem pendingin dan peralatan utama pembangkit,” jelas Juli.
Selain upaya pengamanan internal, PLN NP UP Paiton juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat pesisir, terutama para nelayan.
Setiap hari, karyawan PLN NP bersama 10 perahu nelayan melakukan operasi penjaringan dan penggiringan ubur-ubur agar kembali ke laut lepas.
Inisiatif ini bertujuan ganda, yakni mencegah gangguan teknis sekaligus menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem laut.
"Untuk memitigasi risiko ubur-ubur masuk ke mesin pembangkit, kami juga memasang jaring nelayan dengan radius 300 meter dari canal intake. Setelah itu, ubur-ubur digiring menjauh dari area kritis dengan bantuan para nelayan," tambah Juli.
PLN NP UP Paiton menegaskan bahwa setiap langkah pengamanan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.
Pengelolaan fenomena tahunan ini dikedepankan agar tidak mengganggu pasokan listrik ke masyarakat sekaligus tidak merusak ekosistem laut yang menjadi bagian penting dari lingkungan sekitar.
PLN Nusantara Power menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi secara ketat dan menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Bahkan dalam menghadapi tantangan alami yang bersifat siklikal seperti migrasi ubur-ubur ini. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid