KRAKSAAN, Radar Bromo–Ada enam titik ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Kraksaan. Pemeliharaan seluruh taman ini mengandalkan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Agar fungsi RTH bisa maksimal, perlu ada keterlibatan masyarakat untuk ikut peduli.
Pemeliharaan RTH ini mencakup area seperti Taman Median Jalan, Alun-Alun Kota Kraksaan, Taman Batas Semampir, Hutan Kota Kraksaan, Taman Sumber Lele, dan RTH Stadion Gelora Merdeka. Hampir setiap hari taman-taman tersebut dibersihkan oleh petugas.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Suryana Nuring Perbawani, menjelaskan bahwa pemeliharaan merupakan bagian dari agenda rutin dinas untuk menjaga keberlanjutan fungsi ruang hijau di wilayah perkotaan.
“Taman-taman dan ruang publik yang terawat dengan baik memiliki banyak manfaat, termasuk peningkatan kualitas udara dan penurunan suhu yang memberikan kenyamanan bagi warga sekitar,” ujar Nuring.
Kata dia, RTH tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga memainkan peran ekologis yang signifikan.
“RTH juga berfungsi untuk meningkatkan indeks tutupan lahan dan mendukung keanekaragaman hayati di Kota Kraksaan,” katanya.
Meski kegiatan ini terus berjalan, DLH mengakui adanya sejumlah kendala dalam proses pemeliharaan. Keterbatasan tenaga kerja dan anggaran menjadi persoalan yang kerap dihadapi.
“Kami memang mengalami tantangan, tapi sebisa mungkin tetap kita tangani semampunya,” tutur Nuring.
Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat juga dibutuhkan dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan taman. “Kalau masyarakat mau ikut menjaga, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, itu sudah sangat membantu,” ujarnya.
DLH menilai bahwa keberadaan RTH dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental. “Ruang hijau bisa membantu mengurangi stres, jadi selain fungsi lingkungan, ada manfaat sosial juga,” katanya.
Saat ditanya soal tujuan jangka panjang pemeliharaan, Nuring menyebutkan bahwa RTH juga menjadi bagian dari strategi menuju pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
“Harapannya, masyarakat makin sadar akan pentingnya RTH dan ikut menjaga. Tanpa keterlibatan warga, kami sulit bekerja sendiri,” pungkasnya. (mu/fun)
Editor : Fahreza Nuraga