Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

41 Jemaah Haji Khusus Asal Kabupaten Probolinggo Berangkat Lebih Awal

Agus Faiz Musleh • Selasa, 13 Mei 2025 | 14:35 WIB
KUMPUL: Sejumlah jemaah haji khusus siap berangkat dari Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Senin (12/5).
KUMPUL: Sejumlah jemaah haji khusus siap berangkat dari Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Senin (12/5).

KRAKSAAN, Radar Bromo - Sejumlah 41 jemaah haji khusus dari salah satu Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di Kabupaten Probolinggo, berangkat lebih awal.

Senin (12/5), mereka diberangkatkan dari Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.

Pelepasan mereka dihadiri Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Samsur.

Hadir juga pimpinan penyelenggara haji K.H. Muhlisin Sa’ad.

Dalam sambutannya, Ra Fahmi menyampaikan rasa syukur dan pesan mendalam kepada para jemaah yang akan menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

Katanya, kesempatan berhaji, terlebih melalui jalur khusus merupakan karunia besar yang tidak semua umat Islam bisa merasakan.

Mengingat lamanya antrean haji reguler yang bisa mencapai puluhan tahun.

“Ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tapi amanah spiritual yang agung. Jalani dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan selalu bersandar pada Allah SWT,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarjemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Menurutnya, haji bukan hanya soal menunaikan ritual, melainkan juga ujian keteguhan hati, solidaritas, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga mengajak jemaah tidak melupakan tanah kelahiran dalam setiap doa yang dipanjatkan.

“Doakan Kabupaten Probolinggo agar semakin diberi keberkahan dan cita-cita menuju Probolinggo SAE bisa terwujud dengan lancar,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenag Kota Pasuruan Ingatkan Batas Waktu Pengumpulan Koper Calon Jemaah Haji

Kiai Muhlisin selaku pimpinan penyelenggara haji khusus menjelaskan, program haji khusus hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin berangkat ke Tanah Suci tanpa menunggu terlalu lama.

“Dengan estimasi waktu tunggu antara 3 hingga 7 tahun dan biaya sekitar Rp 250 juta, program ini menjadi alternatif yang realistis dibanding haji reguler yang antreannya bisa mencapai 35 tahun,” ujarnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik.

Mengingat ibadah haji menuntut stamina yang prima.

“Jemaah perlu saling membantu dan menyemangati satu sama lain. Itulah esensi haji sebagai perjalanan spiritual dan sosial,” ujarnya. (mu/rud)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#haji #kemenag #khusus #umrah