Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gelang Emas Milik Wanita Asal Bulang Gending Pajarakan Dijambret, Mulai Dikuntit Sejak dari SPBU

Achmad Arianto • Senin, 12 Mei 2025 | 03:21 WIB

 

 

RAWAN: Jembatan pantura Desa Klaseman, Kecamatan Gending TKP penjambretan gelang yang dialami oleh Maryati Ningsih.
RAWAN: Jembatan pantura Desa Klaseman, Kecamatan Gending TKP penjambretan gelang yang dialami oleh Maryati Ningsih.

GENDING, Radar Bromo - Aksi kejahatan jalanan di Kabupaten Probolinggo masih perlu diwaspadai. Sabtu (10/5) sore lalu, Maryati Ningsih, 30, jadi korbannya.

Wanita asal Desa Bulang, Gending  ini harus kehilangan gelang emas setelah dijambret saat mengendarai motor melintasi jembatan pantura Desa Klaseman, Gending.

Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 16.10 saat korban hendak ke Paiton. Korban saat itu tidak sendiri, dia berangkat dari rumah bersama adiknya mengendarai motor Honda Beat.

Setelah pamit berangkat kepada orang tuanya, korban terlebih dahulu mampir ke SPBU Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending. Selesai dari SPBU korban pun melanjutkan perjalanannya.

Korban pun melaju dari arah barat menuju timur. Saat motor melaju sekitar 200 meter dari SPBU dari kaca spion motor korban melihat sebuah motor PCX hitam, dikendarai oleh orang tak dikenal menggunakan jaket hitam, dan menggunakan helm Centro tanpa kaca membuntutinya dari belakang.

Korban mengira jika pengendara motor tersebut pengguna jalan yang melintas. Sehingga tidak menaruh kecurigaan sedikitpun dan korban berkendara seperti biasa.

“Selesai dari SPBU saya sempat melihat 2 orang duduk-duduk di warung persis timur SPBU. Salah satunya membuntuti dari belakang. Tetapi saya tidak curiga sedikitpun dan mengendarai motor dengan pelan” kata Maryati minggu (11/5).

Sekitar 500 meter dari SPBU tepatnya di jembatan pantura Desa Klaseman, Kecamatan Gending.

Motor yang membuntuti tersebut tiba-tiba menaikkan kecepatan lalu ambil haluan kiri. Saat posisi motor sejajar pelaku kemudian dengan cepat menarik gelang emas milik korban yang saat itu dipakai di lengan kiri. Berhasil menjambret gelang pelaku langsung kabur tancap gas ke arah timur.

Saat kejadian Maryati mengaku diam saja dan tidak berteriak. Sebab saat itu situasi sekitar cukup sepi.

Dirinya takut jika teriakannya justru memicu aksi begal. Dirinya menyangka satu temannya masih ada di belakang motornya turut membuntuti.

Korban lalu menaikkan kecepatan dan berhenti di tempat yang situasinya lebih ramai. Lalu memberitahu kejadian tersebut pada suami dan orang tuanya.

“Jalan sepi kendaraan dan warga yang melintas. Saat dijambret hentakannya begitu terasa untung saja gak sampai jatuh dari motor. Badan gemetar dan rasa takut campur jadi satu. Jadi saya memilih berhenti di tempat yang lebih ramai,” terangnya.

Kapolsek Gending AKP Sugeng Harianto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan atas aksi penjambretan tersebut. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#polsek gending #jambret