KRAKSAAN, Radar Bromo- Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo sebelumnya dipastikan tergabung dalam tiga kelompok terbang (kloter).
Yakni, kloter 83, 84, dan 85. Namun, kini ada perubahan dan kloter ini dimungkinkan akan terpecah menjadi enam.
Pelaksana Penyelenggara Haji Umrah Kemenag Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin mengatakan, ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi, terkait sistem kloter di Indonesia.
Diubah menjadi berbasis syarikah. Syarikah sendiri agen travel yang sudah disetujui oleh Kementerian Haji Arab Saudi.
“Ada perubahan berbasis syarikah untuk kloter haji Indonesia, sehingga kloter itu terbangnya berdasarkan syarikah. Bukan berdasarkan usulan travel haji dari Indonesia,” katanya.
Akibat perubahan kebijakan ini, kata Ervin, besar kemungkinan kloter CJH Kabupaten Probolinggo akan berubah.
Jika sebelumnya hanya ada tiga kloter, kemungkinan akan bertambah.
Termasuk soal jadwal terbang para CJH juga bisa berubah. Berdasarkan mitigasi jemaah haji per satu syarikah, kata Ervin, kemungkinan CJH Kabupaten Probolinggo akan terpecah menjadi enam kloter.
“Kemungkinan semuanya akan berubah. Tapi, nantinya akan ditentukan saat sudah masuk Asrama Haji,” katanya.
Sabtu (10/5), sejumlah 894 CJH Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan manasik haji di Ruang Madakaripura, Kantor Bupati Kabupaten Probolinggo di Kraksaan.
Manasik haji ini merupakan kali kedua yang digelar Kemenag Kabupaten Probolinggo. (ran/rud)
Editor : Ronald Fernando