Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Pesta Miras, Dua Warga Probolinggo Meninggal  

Achmad Arianto • Jumat, 2 Mei 2025 | 02:28 WIB

 

DIMAKAMKAN: Kondisi pemakaman salah satu korban pesta miras di Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan.
DIMAKAMKAN: Kondisi pemakaman salah satu korban pesta miras di Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan.

KREJENGAN, Radar Bromo–Pesta minuman keras (miras) yang dilakukan sejumlah pemuda di Kabupaten Probolinggo berujung tragedi. Dua orang meninggal dunia usai ikuti pesta miras.

Dua korban diketahui berinisial RI, 19 asal Dusun Parseh, Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, serta Alb, 38 asal Desa Prasi, Kecamatan Gading.

Kapolsek Krejengan AKP Marudji menerangkan, dua korban ikut pesta miras di Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan. Persisnya tepat setelah tahlilan enam hari meninggalnya ibu korban.

Mulanya, Selasa (29/4) sore sekitar pukul 15.00, Alb main ke rumah kakaknya di Desa Temenggungan, krejengan. Ia lantas membeli miras di Kraksaan. Dia ditemani Tof, 33, tetangganya di Dusun Parseh.

Sekitar pukul 22.00, setelah acara tahlilan, mereka kemudian menggelar pesta miras. Pesta miras itu diikuti enam orang.

Selain Alb dan Tof, ada juga empat warga Dusun Parseh yang tidak lain tetangga atau warga sekitar. Mereka adalah RI,19; Mul, 49; Fran, 49; dan Asr, 20.

Cukup lama mereka mabuk-mabukan. Yaitu, sampai sekitar pukul 03.00, Rabu (30/4). Baru kemudian, semuanya pulang ke rumah masing-masing.

“Miras sebelumnya memang sudah dibeli. Lalu dikonsumsi setelah tahlilan di rumah,” kata kapolsek saat dikonfirmasi Kamis (1/5).

Rabu (30/4) pagi, miras yang dikonsumsi mulai bereaksi. Saat itu, RI muntah berkali-kali.

Karena tak kunjung reda, keluarga membawanya ke RS Rizani Paiton sekitar pukul 11.00 untuk mendapat perawatan.

Namun, di rumah sakit kondisi RI tak membaik. Tubuhnya malah terus drop. Hingga, tiga jam kemudian, RI mengembuskan napas terakhir. Dia meninggal sekitar pukul 14.00.

Tidak hanya RI. Alb rekannya, mengalami hal serupa. Sore sekitar pukul 17.00, masih di hari Rabu (30/4), giliran Alb muntah-muntah.

Kondisinya terus memburuk, hingga kemudian keluarga membawanya ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapat perawatan.

Perawatan medis pun diberikan, namun nyawanya juga tak tertolong. Alb kemudian meninggal Kamis (1/5) pukul 02.00 atau sembilan jam setelah muntah-muntah.

“Dua orang pada hari Rabu mengalami muntah-muntah. Kondisinya semakin memburuk, lalu dibawa ke rumah sakit. Tetapi tidak tertolong. Akhirnya keduanya meninggal dunia,” beber kapolsek.

Sementara itu, empat orang lain yang ikut pesta miras sampai saat ini dilaporkan belum menunjukkan gejala keracunan.

Atas insiden tersebut, pihak kepolisian sedang mendalami penyebab pasti kematian korban. Termasuk memeriksa jenis minuman yang dikonsumsi saat pesta miras.

“Saat ini, kami masih mendalami kasus, memeriksa saksi, dan akan melakukan pengecekan laboratorium sisa minuman yang telah dikonsumsi,” terangnya.

Iq, sang pemilik rumah tempat pesta miras itu digelar tak jauh dari rumahnya mengaku, ia tak tahu ada pesta miras di sekitar rumahnya.

Ia mengaku, selama tahlilan untuk memperingati 6 hari meninggalnya ibundanya, ia hanya fokus pada acara itu.

“Saya tidak tahu ada minum-minuman keras. Saat itu saya hanya fokus acara tahlilan,” katanya.

Apalagi, tahlilan itu merupakan enam hari meninggalnya ibunda tercinta. Lalu setelah tahlilan, Iq langsung istirahat.

Perihal meninggalnya Alb, menurutnya, adiknya itu memang punya riwayat penyakit jantung. Sebelum dibawa ke rumah sakit, adiknya itu mengaku sesak napas. Lalu kritis, hingga akhirnya meninggal. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Krejengan #pesta miras #meninggal #Temenggungan