Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kasatreskrim Tepis Isu Balas Dendam di Balik Maraknya Begal di Probolinggo, Begini Penjelasannya

Agus Faiz Musleh • Kamis, 24 April 2025 | 19:25 WIB

 

 

ILUSTRASI Begal
ILUSTRASI Begal

KRAKSAAN, Radar Bromo–Aksi kawanan begal kian marak di Kabupaten Probolinggo beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat banyak spekulasi bermunculan.

Salah satunya, menyeruak kabar maraknya begal itu tak terlepas dari aksi penangkapan dua kawanan begal yang ditembak di Gending beberapa waktu lalu yang viral di media sosial.

Isu itu pun juga disentil dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang membahas soal maraknya begal bersama Komisi I DPRD setempat.

Namun, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Putra Adi Fajar Winarsa menolak teori itu.

Menurut Routine Activities Theory (Teori Aktivitas Rutin) dalam Ilmu Kriminologi, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab terjadinya tindak kriminal. Termasuk begal.

Pertama, Motivated Offender. Bahkan, pelaku memiliki motivasi untuk melakukan kejahatan.

“Ini bisa disebabkan oleh kebutuhan ekonomi, hasrat pribadi, tekanan sosial, dan lain-lain,” katanya.

Kemudian Suitable Target atau sasaran yang cocok atau mudah untuk menjadi korban.

Misalnya, rumah kosong, barang berharga tanpa pengawasan, atau seseorang yang rentan.

Dan terakhir, Absence of Capable Guardian yang artinya, tidak adanya penjaga atau pelindung yang mampu mencegah terjadinya kejahatan.

Penjaga ini bisa berupa petugas keamanan, kamera CCTV, atau orang-orang di sekitar yang bisa memberi perlindungan atau memperingatkan.

“Dalam hal ini, kepolisian juga butuh support dari seluruh elemen. Baik masyarakat, maupun pemerintah agar dapat secara gamblang mengantisipasi dan mengungkap kejahatan, termasuk begal,” katanya.

Karena itu, tidak ada kaitannya dengan balas dendam karena dua pelaku begal ditembak oleh kepolisian beberapa waktu lalu.

“Secara teori, kejahatan terjadi karena beberapa faktor tadi. Jadi tidak ada kaitannya balas dendam,” ujarnya.

Putra menegaskan, pihaknya sudah melakukan antisipasi begal maupun kejahatan lain.

Di antaranya, melalui kegiatan tim Kring Serse, yaitu tim khusus yang menekan terjadinya tindak pidana.

“Ke depan, rencananya akan kami tambah personel dan regunya untuk tim Kring Serse ini,” ujarnya. (mu/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#viral #polres probolinggo #balas dendam #gending #dprd #probolinggo #begal