Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Kerja, Karyawati Eratex Dibegal di Maron Probolinggo, Diacungi Celurit, Vario Amblas

Agus Faiz Musleh • Selasa, 22 April 2025 | 01:32 WIB

 

 

MASIH SYOK: Sri M, 35, warga Brani Wetan, Maron duduk lesu. Ia dibegal saat pulang kerja dari Eratex Djaja di Maron, Probolinggo. (Screenshoot)
MASIH SYOK: Sri M, 35, warga Brani Wetan, Maron duduk lesu. Ia dibegal saat pulang kerja dari Eratex Djaja di Maron, Probolinggo. (Screenshoot)

KRAKSAAN, Radar Bromo–Kawanan begal terus meneror pengguna jalan di Probolinggo. Belum juga terungkap aksi begal di Selogudig Kulon, Pajarakan, aksi serupa terjadi di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron.

Begal di Brani Wetan itu hanya berselang sehari dari aksi begal di Selogudig Kulon, atau pada Minggu malam (20/4).

Korbannya, ibu-ibu warga setempat bernama Sri M 35. Sri tiap harinya bekerja di pabrik Eratex Djaja Probolinggo.

Saat aksi begal terjadi, Sri kala itu baru pulang kerja. Ia hendak langsung pulang ke rumahnya di Brani Wetan naik motor Honda Vario.

Namun, malam itu perjalanannya terganggu. Saat sampai di lokasi kejadian di jalanan sepi, laju motornya dihentikan oleh dua pria tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku lantas mengacungkan celurit ke arah Sri.

Pelaku yang mengacungkan celurit itu lantas memaksa korban Sri untuk menyerahkan motornya.

“Korban panik dan ketakutan, karena langsung diancam senjata tajam. Akhirnya, ia memilih menyerahkan motornya untuk menyelamatkan diri,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Putra Adi Fajar Winarsa.

“Korban saat itu hendak pulang ke rumahnya usai bekerja di Eratex Kota Probolinggo,” imbuh perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Usai beraksi, pelaku langsung kabur membawa motor korban, meninggalkan Sri dalam kondisi syok.

Hingga berita ini ditulis, korban belum secara resmi melapor ke pihak kepolisian. Diduga ia masih trauma akibat insiden tersebut.

“Korban memang belum membuat laporan. Kami sudah menyarankan agar segera melapor agar proses penyelidikan bisa segera dilakukan,” tambah AKP Putra.

Kabar pembegalan ini sempat beredar luas di media sosial, terutama Facebook, dan mendapat respons beragam dari netizen.

Banyak yang prihatin sekaligus khawatir, mengingat ini menambah deretan kasus begal yang terjadi di wilayah Probolinggo dalam beberapa bulan terakhir.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan dan patroli di lokasi rawan untuk mencegah aksi serupa terulang kembali. (mu/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#pajarakan #vario #Maron #eratex #brani #probolinggo #begal