PENGEMBANGAN desa berbasis potensi wilayah dilakukan Pemerintah Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Pemerintah desa akan merealisasikan ketahanan pangan dan pengembangan potensi kebun durian untuk mendongkrak perekonomian warga.
Pertimbangan dan rencana yang tepat dalam menentukan program ketahanan pangan menjadi salah satu kunci berjalannya ketahanan pangan desa. Seperti dilakukan Pemerintah Desa Andungsari.
Bendahara Desa Andungsari Andry Tri Wibowo mengatakan, pemerintah desa telah merencanakan ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur. “Sudah kami pertimbangkan dengan matang. Ketahanan pangan akan direalisasikan berupa peternakan ayam petelur,” katanya.
Kini pemerintah desa secara bertahap mulai merealisasikannya. Salah satunya dengan membangun kandang semipermanen. Ukurannya 17 meter kali 6 meter. Kandang ini dibangun di RT 6/RW 5, Dusun Segaran. Rencananya, kandang yang berdiri di atas tanah kas desa ini akan diisi 1.000 ekor ayam petelur.
Andry menjelaskan, peternakan ayam petelur yang perlu diperhatikan ketersediaan pakan dan vitamin untuk ayam. Juga kebersihan kandang. Agar ayam tidak mudah terserang penyakit. “Direalisasikan bertahap. Saat ini sudah pengerjaan kandang,” ujarnya.
Pemerintah Desa Andungsari juga telah merencanakan pembentukan kawasan agropolitan kampung durian premium. Lokasinya berdekatan dengan peternakan ayam petelur. Agar bisa dipantau secara maksimal.
Durian dipilih karena kondisi geografis cocok dan prospek penjualannya menjanjikan. Pengelolanya akan fokus ke pengembangan bibit dan buah. Ada lima varietas durian yang akan dikembangkan. Di antaranya, durian montong, bawor, musang king, duri hitam, dan super tembaga.
“Agropolitan kampung durian premium rencananya akan direalisasikan di lahan seluas 1 hektare. Sudah kami anggarkan, tinggal menunggu realisasi,” jelasnya. (ar/rud)
Pastikan Kebutuhan Gizi Balita Terpenuhi
TUMBUH kembang balita desa juga menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Andungsari. Pasalnya, kesehatan balita sangat rentan, sehingga perlu adanya peran serta dari pemerintah desa.
Bendahara Desa Andungsari Andry Tri Wibowo mengatakan, pemerintah desa melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tercatat ada 200 balita yang mendapatkannya. Program ini dilaksanakan melalui Posyandu di Dusun Krajan, Paleran, Tempuran, Segaran, dan Blok Kongsi.
Menu PMT disiapkan oleh bidan dan kader Posyandu. Menunya bervariasi. Mulai dari lauk dan makanan, cemilan, hingga buah-buahan. Sajian yang diberikan sudah dipastikan kadar gizinya. “Harapannya, gizi balita bisa terpenuhi,” katanya.
Menurutnya, gizi yang tidak terpenuhi dengan baik akan menyebabkan anak stunting. Stunting akan menyebabkan anak kesulitan belajar, penyakit jantung, dan pembuluh darah. Karena itu, pemenuhan gizi sangat diperlukan.
“Masih banyak warga yang belum memperhatikan asupan gizi. Dengan adanya program PMT, kami berikan gizi tambahan,” katanya.
Selama kegiatan posyandu, juga dilakukan pemeriksaan tumbuh kembang balita. Mulai dari tinggi badan, lingkar kepala, serta menimbang berat badannya. Tujuannya, untuk mendeteksi dan mengantisipasi penyakit.
“Dengan adanya PMT, kami berupaya menekan potensi stunting. Setiap tahunnya penerima PMT cenderung bertambah,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando