PEMERINTAH Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, berupaya menyeimbangkan antara pengembangan potensi desa dengan pembangunan infrastruktur. Salah satunya intens mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dijalankan warganya.
Desa Pesawahan memiliki kelebihan kondisi tanah yang subur. Banyak tanaman umbi-umbian, pisang, dan buah-buahan tumbuh subur. Hasil panennya begitu baik. Tak heran banyak warga menggantungkan perekonomiannya dari hasil kebun.
Pemerintah Desa Pesawahan pun menangkap ada peluang bisnis berbasis potensi alam desa. Melalui BUMDes Rejo Agung, secara bertahap mulai dirintis UMKM. BUMDes menggandeng masyarakat untuk memproduksi hasil kebun lebih baik, sehingga memiliki nilai jual tinggi.
“Desa memiliki potensi hasil kebun cukup baik. Umbi-umbian dan pisang tumbuh, kemudian berbuah dengan kualitas baik. Sayangnya hanya dijual begitu saja tanpa ada pengolahan lanjutan,” ujar Kepala Desa Pesawahan Supyan.
Pemerintah desa pun merintis unit usaha packing produksi UMKM. Awalnya, memetakan berapa warga yang rutin memanen hasil kebun berupa umbi-umbian dan pisang.
Bahan baku itu diproses menjadi makanan setengah jadi tanpa ada packing. Misalnya, singkong, gadung, talas, dan ubi jalar hanya melalui proses penggorengan menjadi keripik. Begitu juga dengan pisang.
BUMDes pun membeli produksi rumahan tersebut secara tunai. Selanjutnya, di-packing agar lebih menarik dan higienis. Setelah selesai, dipasarkan di pusat oleh-oleh rekanan BUMDes. Baik di wilayah Probolinggo Raya. Bahkan, juga sampai ke pusat oleh-oleh di Kabupaten Situbondo.
“Warga hanya fokus produksi tanpa memikirkan bagaimana membungkus dan menjualnya. Karena itu sudah ada petugasnya,” jelasnya.
Unit usaha yang dirintis sejak September 2024, ini mendapatkan respons positif dari warga. Produk yang ditawarkan semakin beragam. Tidak hanya keripik, kini sudah ada produksi dodol dan kue kering.
Mengantisipasi produk tidak laku di pasaran, pengelola hanya memproduksi sesuai pesanan dengan bahan baku siap proses. “Produksinya kami sebar di lima dusun. Mulai Dusun Sumanbito, Bangsal, Krajan, Asinan, dan Plasaan. Peminatnya cukup banyak,” ujarnya.
Siap Aspal Dua Ruas Jalan
Jalan yang nyaman menjadi harapan masyarakat desa. Khususnya mereka yang tinggal di pelosok. Sebab, jalan yang kurang nyaman membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Kepala Desa Pesawahan Supyan mengatakan, pemerintah desa berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas jalan. Sayang, rencana tersebut terganjal anggaran pembangunan yang terbatas.
“Pemerintah desa menginginkan infrastruktur layak, aman, dan nyaman. Tetapi anggaran yang dimiliki begitu terbatas, sehingga realisasinya dilakukan secara bergantian. Dimulai dari kondisinya yang paling parah,” katanya.
Tahun ini, Pemerintah Desa Pesawahan merencanakan pembangunan dua jalan. Di antaranya, jalan sepanjang 391 meter di RT 13/RW 4, Dusun Asinan. Akses menuju permukiman 230 kepala keluarga ini akan diaspal.
Selanjutnya, ada pembangunan jalan sepanjang 185 meter di RT 7/RW 2, Dusun Bangsal. Akses menuju permukiman 120 kepala keluarga juga akan diaspal.
“Tahun ini dua jalan yang akan dibangun karena kondisinya sudah rusak. Sebelumnya pernah diaspal, tapi karena sering dilintasi kendaraan, termakan cuaca dan waktu, akhirnya rusak,” jelasnya.
Selain rencana pembangunan fisik, pemerintah desa juga berupaya mewujudkan ketahanan pangan dengan anggaran Rp 253 juta. Anggaran ini akan digunakan untuk peternakan dan penggemukan kambing. Total kambing yang akan dikelola 75 ekor. Pemeliharaan kambing tersebut akan dilakukan pada 4 lokasi yang sebelumnya telah ditentukan. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando