Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Protes Jalan Rusak di Krucil Probolinggo, Warga Bangun Warung Bambu dan Makam Palsu di Tengah Jalan

Agus Faiz Musleh • Jumat, 4 April 2025 | 02:04 WIB
RUSAK: Ruas jalan Krucil-Bermi yang mengalami kerusakan. Hal itu memicu protes warga yang akhirnya memilih untuk memasang kuburan palsu dan warung di tengah jalan.
RUSAK: Ruas jalan Krucil-Bermi yang mengalami kerusakan. Hal itu memicu protes warga yang akhirnya memilih untuk memasang kuburan palsu dan warung di tengah jalan.

KRUCIL, Radar Bromo – Kondisi ruas jalan Krucil-Bermi, Kabupaten Probolinggo, yang mengalami kerusakan parah sepanjang 2,1 kilometer, memicu keluhan.

Sebagai bentuk protes, warga membangun warung dari bambu di tengah jalan yang rusak.

Bahkan, mereka juga mendirikan makam palsu di lokasi setempat.

ini sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi. Beberapa tulisan menghiasi nisan makam.

Ada yang bertuliskan “TKP (Tempat Kejadian Perkara, red) Tukang Korupsi” hingga “yang mencabut pohon ini, besok juga tak kubur di sini”.

Kerusakan tersebut berlangsung sejak 2020 lalu. “Sudah banyak pengendara motor yang jatuh.

Bahkan, truk terguling pun sering terjadi. Pemerintah pernah menjanjikan perbaikan, tapi hanya sebatas janji.

Pernah ada penanganan, tapi hanya diratakan dengan sirtu,” kata Manis, seorang warga Krucil.

Warga juga mengaku, sudah jenuh dengan janji pemerintah dan ingin adanya tindakan nyata.

“Sebelum ada korban meninggal akibat kecelakaan di jalan ini, semoga pemerintah sadar akan pentingnya fasilitas dasar seperti jalan,” tambahnya.

Menanggapi protes warga, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, H. Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa perbaikan jalan Krucil-Bermi tetap menjadi prioritas meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

“Jalan Krucil merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai desa dan kawasan ekonomi di Kabupaten Probolinggo.

Namun, keterbatasan anggaran akibat pergeseran dana menjadi tantangan utama dalam realisasi perbaikannya,” ujarnya.

Pada 2024, Pemkab Probolinggo berencana memperbaiki jalan ini melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran Rp 24 miliar. Namun, rencana ini tertunda akibat pengalihan dana.

“Meskipun demikian, kami terus mencari alternatif pendanaan agar proyek ini tetap berjalan,” tegasnya.

Sementara pada 2025, Pemkab Probolinggo akhirnya mengalokasikan Rp 6 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) Infrastruktur untuk perbaikan jalan Krucil.

Proyek ini dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan Mei 2025, setelah perencanaan dan pengesahan APBD Perubahan.

“Meskipun anggaran terbatas, Bupati tetap berkomitmen melanjutkan perbaikan jalan Krucil. Kami berharap masyarakat memahami tantangan ini dan tetap mendukung proyek yang akan segera berjalan,” jelas Ugas.

Ia juga menambahkan, bahwa sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, perbaikan jalan di daerah akan dilakukan secara bertahap.

“Kami terus mencari sumber dana lain, agar proyek ini memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sekda Ugas mengapresiasi kesabaran masyarakat. Ia juga berharap perbaikan ini nantinya, akan meningkatkan keselamatan serta mendukung kelancaran ekonomi di wilayah tersebut.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan kualitas yang baik. Agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang,” sampainya. (mu/one)

Editor : Ronald Fernando
#aspal #Perbaikan #jalan rusak #protes